Khashoggi, Jurnalis Hilang di Turki yang Kerap Kritik Saudi

Tim , CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 11:12 WIB
Khashoggi, Jurnalis Hilang di Turki yang Kerap Kritik Saudi Aktivis memegang poster Jamal Kashoggi, wartawan Arab Saudi yang hilang (REUTERS/Osman Orsal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus menghilangnya wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi, di Turki menarik perhatian internasional. Pemerintah Arab Saudi menyatakan tengah menyelidiki kasus Khashoggi yang diduga hilang setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Istanbul.

Jamal Khashoggi lahir di Madinah pada 1958. Dirinya adalah seorang pengkritik utama kepemimpinan Arab Saudi saat ini, khususnya terhadap berbagai kebijakan Pangeran Mohammed. Kritikannya itu dia tuliskan di kolom opini The Washington Post. Ia menjadi wartawan senior dan kontributor koran itu, setelah melarikan diri dari negaranya.

Saat masa muda, Khashoggi mempelajari ilmu jurnalistik di Universitas Indiana di Amerika Serikat dan memulai karirnya sebagai koresponden untuk surat kabar Arab Saudi, Gazette.


Sebelumnya, Khashoggi dikenal sangat dekat dengan lingkaran keluarga kerajaan Saudi, di mana ia mendapatkan reputasinya sebagai seorang reformis dengan mendorong hal-hal kritis yang mempertanyakan kebijakan regional dan domestik Saudi, seperti dikutip the Al-Jazeera.

Karir jurnalistik

Karir Kashoggi menjadi wartawan sudah dimulai pada 1980, saat dirinya sudah menjadi wartawan dan menjalankan tugasnya di Afghanistan, dimana dia bertemu dan mengikuti kegiatan pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden.

Dilansir dari The Washington Post, Khashoggi juga merupakan wakil pemimpin redaksi surat kabar di Arab Saudi saat terjadi serangan 11 September 2001 di AS. Akibat serangan itu, dirinya dikejar oleh wartawan asing untuk dimintai pendapat mengapa kaum muslim sampai melakukan tindakan itu.

Pada 2000, dirinya dua kali dipecat dari jabatannya sebagai kepala redaksi surat kabar Al-Watan yang merupakan media milik pemerintah. Dirinya dipecat pada 2007 dan 2010 dimana saat media ini berada dibawah kepemimpinannya, iamenyebarkan berbagai cerita, editorial, dan karikatur yang kritis terhadap ekstremis dan cara negara menerapkan nilai-nilai agama.

Khashoggi pernah menjadi penasihat bagi duta besar Arab Saudi di London. Pada 2005, saat pangeran Turki, Al-Faisal, yang merupakan mantan kepala intelijen duta besar ditunjuk menjadi utusan Saudi untuk AS, Khashoggi bergabung dengannya sebagai asisten media.
Sejumlah aktivis sempat melancarkan aksi protes terkait hilangnya Jamal Kashoggi di depan kedutaan Arab Saudi di Istambul, Turki (REUTERS/Osman Orsal)

Pergi dari Saudi

Pada 2017, Khashoggi menulis sebuah kolom di The Washingtopn Post yang menjelaskan bahwa dirinya meninggalkan Arab Saudi dan pergi ke AS.

"Saya telah meninggalkan rumah saya, keluarga saya dan pekerjaan saya, dan saya mengeluarkan suara saya. Untuk melakukan sebaliknya saya akan mengkhianati mereka yang merana di penjara. Saya dapat berbicara ketika banyak yang tidak bisa. Saya ingin Anda tahu bahwa Arab Saudi tidak selalu seperti sekarang. Kami orang Saudi pantas mendapatkan yang lebih baik," tulisnya seperti dikutip dari The Washington Post.

Pada Maret lalu, saat wawancara dengan stasiun televisi, Al-Jazeera, dirinya mengungkapkan bahwa dia meninggalkan kerajaan karena tidak ingin ditangkap.

"Sejak Pangeran Mohammed mengambil alih (pemerintahan, Arab Saudi) ini menjadi lingkungan yang semakin buruk bagi wartawan ," kata dia.

"Saya dipecat dari pekerjaan saya dua kali karena saya mendorong reformasi di Arab Saudi. Itu tidak mudah. Tetapi orang-orang tidak dimasukkan ke dalam penjara. Masih ada ruang untuk bernafas," kata dia.

Pada Februari lalu, Khashoggi menulis bahwa pangeran Salman harus belajar dari kerajaan Inggris jika ingin mendapatkan status, rasa hormat, dan kesuksesan dengan mencoba sedikit rendah hati.
Jamal Khashoggi dikenal sebagai salah satu wartawan yang vokal terhadap pemerintah Aran Saudi (Middle East Monitor/Handout via REUTERS)


Pada Selasa (2/10), Khashoggi masuk ke kantor konsulat Saudi untuk mengambil dokumen. Dokumen resmi ini diperlukan terkait pernikahannya dengan seorang wanita Turki, Hatice Cengiz yang merupakan mahasiswa kedokteran Turki. Mereka baru saja membeli apartemen di Istanbul untuk persiapan pernikahan mereka.

Namun, sejak hari itu Khashoggi menghilang. Polisi mengatakan sebanyak 15 warga Saudi, termasuk pejabat tiba di Istanbul dan berada di gedung konsulat bersamaan dengan Khashoggi.

Saudi dengan keras membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa Khashoggi sudah pergi meninggalkan konsulat. Hingga kini, penyelidikan masih berjalan. (cin/eks)