Dikutip dari AFP, Brunson yang tiba di Negara Paman Sam pada Sabtu (13/10) itu dibawa ke Gedung Putih, Washington DC, guna bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump menyatakan akan menerima Brunson di Ruang Oval, Gedung Putih, pada pukul 14.30 waktu setempat.
Lihat juga:Pastor AS yang Ditahan Turki Dibebaskan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Recep Tayyip Erdogan. (REUTERS/Umit Bektas) |
"Tuan Presiden @realDonaldTrump, seperti yang selalu saya katakan, keputusan yudisial Turki selalu diambil secara independen," kicauan Erdogan lewat akun media sosial Twitter-nya.
Pengakuan Tak Bersalah
Sebelumnya, Pengadilan Turki di Aliaga menyatakan Brunson bersalah dalam hal spionase dan terlibat membantu kelompok teror. Dia dihukum penjara tiga tahun, satu bulan, dan 15 hari. Namun, belum genap masa tahanannya dilalui, Brunson dibebaskan dengan alasan perilaku baik.
Sementara itu Brunson, yang pertama kali ditahan pada Oktober 2016 silam menyatakan dirinya sama sekali tak bersalah seperti yang pernah divoniskan pengadilan di Turki.
"Saya seorang pria yang tak bersalah. Saya mencintai Yesus. Saya mencintai Turki," demikian kutipan pleidoi Brunson.
Brunson sendiri telah berada di Turki sejak 1993 silam sebagai bagian dari program misionaris.
Pembebasan Brunson dinilai sebagai hal yang sensitif bagi kepemimpinan di Turki. Apalagi, Turki pun kini sedang menjadi sorotan dunia terkait hilangnya jurnalis, Jamal Khashoggi, saat mendatangi konsulat Arab Saudi di Istanbul pekan lalu. Baik Turki, maupun Trump, telah menekan kepada Kerajaan Arab Saudi untuk menjelaskan nasib Khashoggi.
(kid)
Recep Tayyip Erdogan. (REUTERS/Umit Bektas)