Inspektur Senior Kepolisian Provinsi Davao del Sur, Ferlu Silvio, mengidentifikasi kedua terduga ISIS itu sebagai Norhan Delangalen Sinapan dan Norton Delangalen Sinapan.
Dikutip kantor berita Xinhua seperti dilansir The Straits Times, Silvio mengatakan Norhan merupakan pemimpin sel ISIS bernama Daula Islamiyah yang berbasis di Kota Digos, Davao, del Sur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan Filipna terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan terorisme, terutama pascaserangan ISIS di Marawi sekitar Mei 2017 lalu.
Butuh waktu lima bulan bagi militer Filipina untuk memberangus militan Maute dan Abu Sayyaf dari Marawi.
Konflik Marawi menewaskan sedikitnya 170 orang termasuk puluhan warga sipil dan personel militer Filipina hingga Duterte sempat memberlakukan status darurat militer di wilayah itu.
Pada Agustus dan September lalu, serangkaian bom bunuh diri juga terjadi di Kota Isulan hingga menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya. Sebagian besar pihak menuding sel lokal ISIS di wilayah itu bertanggung jawab atas serangan tersebut. (rds/has)