Mereka terjebak lantaran jalanan keluar dan masuk rumah mereka di daerah pertanian di Youngstown, Panama City, tertutup pohon-pohon tumbang.
Mereka lantas menuliskan pesan Help (tolong) di halaman rumah mereka yang luas menggunakan dahan-dahan pohon yang tumbang. Permintaan tolong ini terlihat oleh keponakannya lewat peta udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang keponakan yang khawatir dengan keselamatan paman bibinya, lantas berusaha mencari tahu kondisi rumah mereka menggunakan layanan peta interaktif milik Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional. Ia lantas menemukan tulisan "HELP" itu di saat mengarahkan peta di atas rumah paman dan bibinya.
"Kami beruntung dan saya bisa memperoleh pertolongan untuk keluarga saya dan mengeluarkannya dari rumah itu," jelasnya dalam wawancara dengan ABC.
Reruntuhan akibat badai Michael (REUTERS/Carlo Allegri) |
Tim penyelamat ini adalah sebagian dari ratusan petugas manajemen darurat dan tim SAR di Florida Panhandle. Mereka masih terus melakukan pencarian bahkan lima hari setelah topan itu lewat.
Mereka bekerja berkejaran dengan waktu untuk melakukan koordinasi dengan tim penyelamat, relawan, pasokan logistik, untuk menyelamatkan sesama.
Masih banyak kerja yang harus dilakukan. Sebab, badai Michael telah membuat terputusnya aliran listrik bagi 150.000 rumah dan bisnis di Florida. Begitu juga 130.000 rumah di Georgia, North Carolina, dan Virgina.
Rumah Amber Gee dan keluarga juga hancur akibat badai itu. Tapi hurikan ini berakhir bahagia bagi kisah keluarga mereka.
"Hurikan ini telah membalikkan segalanya," jelasnya kepada ABC.
Dalam posnya di Facebook, agensi penyelamat darurat menyebutkan, "ini adalah kisah yang liar biasa bagaimana semua orang saling bekerjasama," seperti ditulis South China Morning Post.
Sejauh ini, badai Michael telah menewaskan 17 orang. Tapi pihak berwenang menyebut bahwa korban tewas ini kemungkinan masih akan bertambah. (eks/eks)
Reruntuhan akibat badai Michael (REUTERS/Carlo Allegri)