Pasalnya kereta api ini menerabas orang-orang yang tengah berkumpul di rel kereta itu untuk merayakan festival di kota Amritsar. Menteri Utama Punjab, Amarinder Sing, Sabtu (20/10)menyampaikan kepada reporter bahwa mereka tengah menyelidiki kecelakaan tersebut dan diperkirakan akan selesai dalam empat minggu.
Saat terjadi kecelakaan, warga tengah berkerumun di dekat rel di pinggir kota untuk membakar pating sebagai bagian dari upacara Hindu. Tak disangka kereta melintas cepat dari kegelapan, seperti diungkap petugas dan saksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mereka, tidak ada tanda-tanda apapun ketika kereta itu melintas bertepatan dengan meletusnya petasan di langit dalam festival Dusshera.
"Setiap Dusshera saya setiap tahun dan hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kereta itu mestinya berhenti atau melambat," jelas Deep Kumari, yang menyaksikan festival itu dari teras rumahnya. "Semua orang disini tahu bahwa akan ada pembakaran patung disini dan akan ada banyak orang."
Data dari parlemen menunjukkan terdpat 49.790 orang tewas akibat kecelakaan kereta api di rel di India antara 2015 hingga 2017.
Namun Menteri Muda yang mengurus jaringan kereta api terbesar keempat dunia ini menyebut bahwa kereta api tak bisa disalahkan.
"Kereta apu tidak diberitahu tentang adanya upacara itu. Mengapa itu diselenggarakan disana? Tidak ada pemberitahuan yang diberikan kepada perusahaan kereta," katanya ketika mengunjungi lokasi hari ini didampingi pejabat dan polisi.
Rekaman video yang ditayangkan televisi dan media sosial menampilkan patung tengah dibakar di kejauhan diikuti oleh rombongan. Tak lama kereta lewat diantara kerumunan orang yant tengah merekam video di ponsel atau berswafoto.
Saksi juga menyebut bahwa upacara itu sempat tertunda beberapa jam karena tamu utama terlambat. Ia adalah Navjyot Kaur Sidhu, mantan anggota parlemen negara bagian Punjab. Sehingga upacara diadakan bertepatan dengan jadwal kereta lewat. Ia pun telah pergi tepat sebelum kecelakaan terjadi.
"Mereka (pihak berwenang kereta api) harus setidaknya mengeluarkan petunjuk untuk memperlambat kecepatan kereta. Sungguh kesalahan besar," kata Kaur di televisi.
Bikram Singh Majitha, pemimpin partai Akali Dal lokal, menyebut bahwa pembakaran patung biasanya terjadi saat matahari terbenam, bukan setelahnya.
"Penyelenggara harus menjawab mengapa penundaan itu terjadi," katanya. (eks/eks)