"Tidak, saya tidak puas sampai kita menemukan jawabannya. Tapi itu adalah langkah pertama yang besar, itu adalah langkah pertama yang baik . Tapi saya ingin mendapatkan jawabannya," ucapnya, saat ditanya wartawan soal pemecatan sejumlah pejabat Arab Saudi selama penanganan kasus itu, dalam perjalanan menuju Nevada, AS, Sabtu (20/10), dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, diduga dibunuh saat berada di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, Sabtu (20/10). Sebab, ia tak keluar lagi dari gedung itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring meningkatnya tekanan dunia, Arab Saudi kemudian mengaku bahwa Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam konsulat itu. Sebanyak 18 orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka, dan sejumlah orang dekat putra mahkota Saudi, pangeran Mohammed bin Salman, dipecat dari jabatannya.
Sejumlah pemberitaan menyebutkan bahwa Khashoggi dibunuh dan dimutilasi saat masih di dalam konsulat. Aparat Turki masih mencari keberadaan jasadnya.
Konsulat Arab Saudi, tempat tewasnya Jamal Khashoggi, di Istanbul, Turki, 13 Oktober. (REUTERS/Murad Sezer) |
Dia mengatakan tidak ada seorang pun yang tahu keberadaan jasad Kashoggi. Ia juga menyebut bahwa tidak seorang pun dari pemerintahannya telah melihat video atau transkrip insiden di dalam konsulat itu.
Selain dari Trump, tuntutan penyelidikan yang menyeluruh juga datang dari berbagai pemimpin dunia. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini menyerukan penyelidikan menyeluruh, kredibel, dan transparan dalam kasus ini.
"Oleh karena itu Uni Eropa, seperti para mitranya, menekankan perlunya investigasi menyeluruh, kredibel, dan transparan yang berkelanjutan, menjelaskan kejelasan mengenai keadaan pembunuhan dan memastikan akuntabilitas penuh dari semua pihak yang bertanggung jawab untuk itu," katanya.
Senada dengan Trump, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengapresasi pengakuan Saudi soal kemarian Khashoggi. Namun, itu belum cukup.
Kepala Urusan Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini. (REUTERS/Francois Lenoir) |
"Konfirmasi kematian Mr. Jamal Khashoggi adalah langkah pertama menuju kebenaran. Namun, banyak pertanyaan tetap tidak terjawab," tambah Le Drian.
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyebut pihaknya akan menunda penjualan senjata kepada Saudi selama penanganan kasus Khashoggi masih berlangsung.
Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel pun mengeluarkan pernyataan kerasnya terhadap kasus Khashoggi ini dan meminta transparansi dari Saudi.
(arh)
Konsulat Arab Saudi, tempat tewasnya Jamal Khashoggi, di Istanbul, Turki, 13 Oktober. (
Kepala Urusan Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini. (