"Pertemuan tinggi tampaknya akan berlangsung tak lama setelah tahun baru (2019)," kata pejabat yang tak ingin disebutkan namanya itu kepada sejumlah wartawan di Washington seperti dikutip Reuters, Minggu (21/10).
Sebelumnya, Trump mengisyaratkan pertemuan tingkat tinggi AS-Korut kedua akan berlangsung tahun ini setelah pemilihan legislatif (pileg) anggota kongres di AS pada 6 November mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap negosiasi itu bisa menghasilkan "langkah maju yang besar" terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea.
"Saya sangat berharap kami akan menggelar rapat tingkat pejabat senior di sini (AS) dalam satu setengah pekan ke depan sehingga saya dan Menlu Korut bisa melanjutkan diskusi," kata Pompeo.
"Jadi ketika kedua pemimpin negara bertemu akan tercipta peluang nyata untuk membuat progres besar menuju denuklirisasi."
Pompeo terakhir kali bertemu Ri di sela-sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada September lalu.
Namun, Kementerian Luar Negeri AS mengaku belum mendapat kabar terkait pertemuan Pompeo dan Ri.
[Gambas:Video CNN]
Kementerian tersebut juga tak bisa mengonfirmasi bahwa pertemuan keduanya dalam waktu dekat akan diselenggarakan di Washington seperti yang dikatakan Pompeo sebelumnya.
Di sisi lain, surat kabar Korut, Rodong Sinmun, menyatakan Washington sebaiknya "tidak bermuka dua" dengan tetap menjatuhkan sanksi ketika di saat bersamaan melakukan negosiasi dengan Pyongyang terkait denuklirisasi.
"Kami tidak menginginkan niat baik dan kemurahan hati AS, tetapi kami mendesak mereka untuk bertindak dengan prinsip memberi dan menerima (give-and-take)," bunyi artikel editorial Rodong Sinmun pada akhir pekan lalu. (rds/has)