Khashoggi ialah wartawan pengkritik Raja Salman yang tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.
"Raja Salman dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman telah berjanji penyelidikan akan dilakukan sampai selesai hingga kebenaraan terungkap dan mereka yang bertanggung jawab akan diadili," ucap Adel di Jakarta, Selasa (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga memaparkan bahwa Raja Salman telah berkomunikasi langsung dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan guna mengkoordinasikan penyelidikan.
Di dalam negeri, Adel memaparkan otoritas Saudi juga menggelar penyelidikan terpisah terkait kasus ini. Sejauh ini, dia menuturkan 18 orang telah ditahan dan enam pejabat senior Saudi dipecat dari jabatannya karena diduga terlibat konspirasi pembunuhan Khashoggi.
"Kantor kejaksaan Saudi mengatakan bahwa penyelidikan ini akan berjalan sangat panjang. Dan kami juga memastikan bahwa kami telah menerapkan prosedur dan mekanisme untuk memastikan kejadian seperti ini (khashoggi) tidak akan terjadi lagi," ucap Adel.
Dalam kesempatan yang sama, Retno turut mengungkapkan keprihatinan terhadap peristiwa yang menimpa Khashoggi.
Retno menuturkan Indonesia mendesak Saudi mengusut tuntas kasus tersebut secara menyeluruh dan seksama.
Khashoggi merupakan koresponden The Washington Post. Sebelum berkiprah di media, dia merupakan mantan penasihat pemerintah Saudi.
Khashoggi memutuskan melarikan diri ke Amerika Serikat demi menghindari kemungkinan penangkapan oleh otoritas Saudi.
Laporan media menuturkan bahwa kerajaan Saudi sudah berupaya membujuk Khashoggi pulang sejak setahun lalu.
Dia dinyatakan hilang setelah memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahan pada 2 Oktober lalu.
Meski begitu, Riyadh menegaskan bahwa pemerintah tidak terlibat dalam konspirasi pembunuhan tersebut. Saudi juga mengaku bahwa tidak mengetahui keberadaan jasad Khashoggi.
Saudi menganggap pembunuhan Khashoggi merupakan "sebuah kesalahan sangat besar" yang dilakukan "pihak-pihak" di luar otoritas dan tanggung jawab mereka.
Hingga kini aparat Turki masih berupaya mencari jasadnya (rds/eks)