"Ekuador tidak memiliki tanggung jawab untuk mengambil langkah lebih lanjut," kata Valencia.
"Kami bukan pengacara Assange, kami juga bukan perwakilan pemerintah Inggris. Ini masalah yang harus diselesaikan antara Assange dan Inggris," kata dia menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, warga Australia itu sempat menggugat Ekuador terkait dengan aturan baru atas penempatan suakanya di kedutaan Ekuador di London.
Hal ini merupakan langkah baru di negara itu untuk mempertahankan pembicaraan dengan pihak berwenang Inggris atas situasi Assange sejak pria kebangsaan Australia itu diberikan suaka pada 2012.
Khususnya ketika Assange berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London ketika pengadilan Inggris memerintahkan ekstradisinya ke Swedia. Pemanggilan itu terkait peradilan dalam kasus pelecehan seksual.
Menurut beberapa teman dan pendukungnya, Assange takut jika dirinya ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat kalau dia meninggalkan kedutaan.
Valencia mengatakan bahwa dirinya frustrasi oleh keputusan Assange untuk mengajukan gugatan di pengadilan Ekuador atas syarat suaka barunya pada pekan lalu.
"Tidak ada kewajiban dalam perjanjian internasional untuk Ekuador membayar keperluan Assange, seperti membayarkan cuciannya," kata dia.
Presiden Ekuador, Lenin Moreno mengatakan bahwa pemberian suaka itu tidak dimaksudnya untuk selama-lamanya. Tapi, dirinya telah menyatakan keprihatinan bahwa Assange dapat diekstradisi ke AS.
Pada Selasa (23/10), Valencia mengatakan bahwa dirinya belum membahas situasi Assange dengan pemerintahan AS.
Pada Desember lalu, Ekuador memberikan kewarganegaraan kepada Assange dan berusaha memberi namanya sebagai anggota misi diplomatik negara itu di Inggris dan Rusia. Ini dilakukan Ekuador agar bisa meyakinkan bahwa Assange aman untuk meninggalkan kedutaan. Namun, Inggris menolak permintaan itu.
(cin/eks)