Angkatan Udara AS melaporkan bahwa pesawat
senilai $1,2 miliar (Rp 18 triliun) yang dibawa oleh dua pilot itu sedang dalam perjalanan ke Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, Missouri.
Memastikan kedua pilot selamat, Angkatan Udara AS menyatakan bahwa penyebab keadaan darurat ini sedang diselidiki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontraktor utama B-2, perusahaan Northrop Grumman, menyatakan bahwa pesawat B-2 dapat terbang setinggi 9.000 km di atas laut.
"Whiteman secara rutin melakukan misi pelatihan dengan B-2 untuk secara efektif memberikan kemampuan serangan global yang mematikan bagi AS. Selama misi pelatihan ini, pesawat itu tidak membawa senjata," kata Juru Bicara Angkatan Udara, Letnan Allen Palmer kepada CNN. (cin/has)