"Haspel, berangkat untuk melakukan perjalanan rahasia ke Turki pada Senin (22/10), mendengarkan rekaman suara selama kunjungannya. Hal ini disampaikan oleh orang terdekatnya selama pertemuan," seperti ditulis surat kabar AS, The Washington Post.
"Seseorang yang akrab dengan rekaman suara itu mengatakan bahwa rekaman itu 'menarik' dan bisa memberikan banyak tekanan pada AS untuk membuat arab Saudi bertanggung jawab atas kematian Khashoggi," lanjut laporan itu seperti dikutip Anadolu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedatangannya itu dilakukan ketika Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melakukan pidato di depan parlemen untuk mengungkap kejadian atas pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi dan bagaimana kerajaan itu berusaha menutupinya.
Pada Selasa (2/10), Khashoggi menghilang sejak masuk ke gedung konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen pernikahannya.
Arab Saudi sempat membantah bahwa mereka tidak terlibat dalam kematiannya, namun belakangan ini Saudi mengakui bahwa Khashoggi memang dibunuh di konsulatnya. Hingga kini, penyelidikan masih berlanjut. (eks/eks)