Pesawat tempur itu menargetkan wilayah militer di jalur utara Gaza, fasilitas pelatihan militer, serta pembuatan dan penyimpanan amunisi senjata di wilayah selatan.
Kelompok Hamas di Gaza mengatakan bahwa tidak ada korban dalam serangan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan itu adalah tembakan pertama dari Gaza sejak 17 Oktober lalu, ketika sebuah roket menghancurkan rumah keluarga di kota Beersheba, di Israel selatan. Akibatnya, terjadi 20 serangan udara balasan dari Israel dan menghentikan pengiriman sementara bahan bakar ke Gaza.
Kelompok Hamas dan sekutunya mengingkari serangan roket baru-baru ini yang menyalahkan berbagai kelompok pinggiran bertekad untuk melakukan sabotase gencatan senjata. Ada upaya PBB dan Mesir untuk menengahi gencatan senjata jangka panjang sebagai imbalan agar Israel tidak melakukan serangan.
"Organisasi teror Hamas bertanggung jawab atas semua peristiwa yang terjadi di jalur Gaza," kata seorang tentara.
Sebelumnya, hubungan kedua pihak sempat memanas ketika Palestina melakukan protes selama berbulan-bulan di sepanjang perbatasan Gaza. Hal ini menimbulkan reaksi dari pasukan Israel.
Sejak protes dimulai pada Maret lalu, lebih dari 200 warga Palestina tewas di wilayah itu akibat serangan Israel. Satu tentara Israel tewas di daerah perbatasan pada periode yang sama.
Sehari sebelumnya, Angkatan Udara menyerang wilayah di Gaza yang digunakan oleh pengunjuk rasa untuk meluncurkan balon yang berisi bom ke Israel, Rabu (24/10).
Balon yang diluncurkan Palestina telah merusak sebagian besar lahan pertanian Israel yang menyebabkan kerugian panen senilai ratusan ribu dollar. (cin/eks)