Kedubes India Fasilitasi Keluarga Pilot Lion Air ke Jakarta

CNN Indonesia | Selasa, 30/10/2018 09:45 WIB
Kedubes India Fasilitasi Keluarga Pilot Lion Air ke Jakarta Pesawat Lion Air JT-610 jatuh di Tanjung Karawang pada Senin (29/10). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan besar India untuk Indonesia menawarkan sejumlah pertolongan bagi keluarga Bhavye Suneja, pilot pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Karawang pada Senin (29/10).

"Ya, kedutaan telah berkomunikasi reguler dengan keluarga pilot. Kami juga telah menawarkan seluruh bantuan yang mungkin bisa kami berikan," ucap seorang pejabat kedutaan India di Jakarta kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat pada Selasa (30/10).

Sebagaimana dilansir The Guardian, kedua orang tua Suneja telah mengontak salah seorang kerabat Bhavye, Kapish Gandi. Kapish kemudian menyatakan orang tua Bhavye berencana terbang ke Jakarta kemarin malam untuk mengetahui nasib putra mereka.

Dari data profil di situs Linkedin, Suneja mulai bekerja di maskapai Lion Air sejak Maret 2011. Dia sudah mengantongi enam ribu jam terbang di maskapai itu.


Dia juga sempat menjadi pilot magang di maskapai Emirates pada September hingga Desember 2010.

Pesawat Boeing 737-300 MAX 8 yang diterbangkan Suneja memiliki kode lambung PK-LQP dibuat pada 2018, dan baru dioperasikan mulai 15 Agustus lalu.

Nahasnya, pesawat baru itu jatuh saat hendak menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Pangkalpinang kemarin.

Pesawat yang membawa 189 penumpang dan 7 kru itu jatuh sekitar 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.33 WIB.
(rds/vws)