Mabuk Sebelum Terbangkan Pesawat, Pilot Jepang Ditangkap

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 11:32 WIB
Mabuk Sebelum Terbangkan Pesawat, Pilot Jepang Ditangkap Ilustrasi Japan Airlines. (Reuters/Kyodo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pilot Japan Airlines, Katsutoshi Jitsukawa, ditangkap karena diketahui mengonsumsi minuman beralkohol sesaat sebelum menerbangkan pesawat dari Bandara Heathrow, Inggris, ke Tokyo, Jepang.

Dilansir dari kantor penyiaran Jepang, NHK, Jitsukawa ditangkap setelah sopir bus yang mengantarnya ke bandara menelepon polisi karena mencium bau alkohol.

Lima puluh menit sebelum jadwal penerbangan, ia menjalani tes pernapasan. Dalam tes itu, diketahui terdapat 189 mg alkohol dalam tubuh Jitsukawa. Berdasarkan hukum, batas alkohol dalam tubuh pilot adalah 20 mg.
Akibat insiden ini, Jitsukawa batal menerbangkan pesawat Japan Airlines Boeing 777 dengan nomor penerbangan JL44 ke Tokyo yang berkapasitas 244 penumpang.


Sempat tertunda selama satu jam, pesawat itu akhirnya berangka dengan dua pilot yang tersisa dari maskapai tersebut.

Saat menghadiri sidang di Pengadilan Magistrat Uxbridge, Jitsukawa mengaku bersalah karena melampaui batas konsumsi alkohol. Ia mengaku mengonsumsi dua botol anggur dan satu botol bir pada malam hari sebelum penerbangan.

Saat ini, Jitsukawa ditahan dan akan dijatuhi hukuman di pengadilan Isleworth Crown Court pada 29 November mendatang.
Maskapai penerbangan Japan Airlines sendiri telah meminta maaf atas insiden ini.

"Keselamatan akan tetap menjadi prioritas kami, dan kami akan melakukan tindakan segera untuk mencegah kejadian selanjutnya," kata pihak maskapai.

Pada Oktober lalu, maskapai penerbangan All Nippon Airways juga meminta maaf setelah seorang pilotnya jatuh sakit akibat mabuk dan menyebabkan lima penerbangan domestik ditunda, sebagaimana dilansir AFP.

Juni lalu, seorang pilot dari maskapai penerbangan British Airways, Julian Monaghan, dipenjara selama delapan bulan setelah terbukti mengonsumsi alkohol empat kali lebih besar dari batas yang ditentukan, sebelum terbang dari Bandara Gatwick, London, ke Mauritius. (cin/has)