Penyelidikan Khashoggi Diklaim Akan 'Bersihkan' Putra Mahkota

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 08:38 WIB
Penyelidikan Khashoggi Diklaim Akan 'Bersihkan' Putra Mahkota Pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal, meyakini investigasi menyeluruh atas kematian Jamal Khashoggi akan membersihkan nama Putra Mahkota dari segala tuduhan. (Reuters/Fahad Shadeed)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang Pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal, meyakini bahwa penyelidikan menyeluruh atas kematian Jamal Khashoggi akan membersihkan nama Putra Mahkota, Mohammed bin Salman, dari segala tuduhan.

"Saya meminta Arab Saudi sekarang, melalui program kalian, untuk mempublikasikan investigasi segera. Saya yakin nama putra mahkota Saudi akan 100 persen dibersihkan," ujar Alwaleed kepada Fox News, Minggu (4/11).

Saat meladeni wawancara ini, Alwaledd baru saja dibebaskan setelah ditahan sejak tahun lalu.
Kala itu, puluhan pejabat kaya Saudi ditahan oleh sang putra mahkota dalam rangka upaya pemberantasan korupsi.


Namun, sejumlah pengamat menganggap penangkapan ini adalah cara Mohammed untuk mengonsolidasi kekuatan dan mereformasi Saudi.

"Syukur kepada Tuhan bahwa, setelah insiden ini, banyak dari mereka yang ditahan menjalani proses pembersihan besar," katanya.
Meski jajaran kerajaan Saudi selalu menampik keterlibatan kerajaan dalam rencana pembunuhan Khashoggi, mereka terus didesak untuk mengungkap keberadaan jasad jurnalis pengkritik tersebut.

Pada awal pekan ini, putra dari Khashoggi, Salah dan Abdullah, bahkan menyampaikan langsung permintaan mereka tersebut dalam wawancara khusus dengan CNN.

"Yang kami inginkan saat ini adalah menguburkan dia di (pemakaman) Al-Baqi di Medinah bersama keluarganya. Saya sudah membicarakan ini dengan otoritas Saudi dan saya harap dapat terwujud secepatnya," ucap Salah.

Aparat Turki sendiri sampai saat ini masih mencari keberadaan jasad Khashoggi yang mereka sebut tewas dibunuh oleh satu tim dari Saudi di dalam gedung konsulat tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Seorang pejabat tinggi Turki mengatakan bahwa jasad jurnalis pengkritik kebijakan Saudi itu diduga dilarutkan di dalam air keras setelah dimutilasi pada 2 Oktober lalu.

Sebelumnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga mempertanyakan jasad Khashoggi yang hingga kini belum ditemukan.

"Jelas bahwa dia [Khashoggi] dibunuh, tapi di mana? Kalian harus menunjukkan jasadnya," ujar Erdogan sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu.

Menurut Erdogan, Riyadh seharusnya tahu keberadaan jasad tersebut karena mereka sudah menangkap 18 tersangka kasus pembunuhan Khashoggi.

"Delapan belas orang itu tahu siapa yang membunuh mereka karena pelakunya pasti ada di antara mereka," ucap Erdogan. (has/has)