Korsel Siapkan Rp3,8 T untuk Bangun Rel dan Jalan di Korut

CNN Indonesia | Kamis, 08/11/2018 13:19 WIB
Korsel Siapkan Rp3,8 T untuk Bangun Rel dan Jalan di Korut Presiden Korsel, Moon Jae-in, menawarkan bantuan pembangunan jalan dan rel kereta api di Korut yang selama ini terbengkalai, saat bertemu Kim Jong-un pertengahan tahun ini. (Pyeongyang Press Corps/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan mengalokasikan dana lebih dari US$264 juta atau setara Rp3,8 triliun untuk membangun rel kereta dan ruas jalan baru di Korea Utara.

Seorang sumber dari Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan bahwa dana tersebut akan digelontorkan dalam sebuah skema pada tahun depan.

Sumber anonim Reuters itu memastikan bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Amerika Serikat agar dapat menjalankan serangkaian program kerja sama tersebut di tengah sanksi internasional atas Korut.


"Ini baru perkiraan. Kami akan terus berupaya, termasuk dengan mengoordinasikan kebijakan dengan Amerika Serikat, untuk menjalankan proyek yang disetujui antara kedua Korea tanpa hambatan," ucap sumber tersebut.
Rencana ini muncul setelah Presiden Korsel, Moon Jae-in, menawarkan bantuan pembangunan jalan dan rel kereta api di Korut yang selama ini terbengkalai, saat bertemu Kim Jong-un pertengahan tahun ini.

AS dan Korsel pun sepakat membentuk kelompok kerja untuk mengoordinasikan kebijakan di tengah kekhawatiran Washington akan pendekatan baru Moon ini.

Sementara itu, AS sendiri terus berkeras bahwa mereka akan tetap menerapkan sanksi atas Korut selama Pyongyang belum benar-benar melucuti senjata nuklir mereka.
Kesepakatan untuk melakukan denuklirisasi ini tercapai dalam pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Kim pada Juni lalu.

Namun hingga kini, masih ada perbedaan pendapat mengenai diksi "denuklirisasi" yang dimaksud.

Untuk menjaga momentum kesepakatan, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, sudah beberapa kali bertemu dengan pejabat di Korut.

Meski demikian, diskusi lanjutan antara Pompeo dan pejabat tinggi Korut berulang kali batal karena Korut menyebut perundingan ini tak dapat berjalan beriringan dengan sanksi. (has/has)