Penembakan di California, Korban Berlompatan dari Jendela

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 09:35 WIB
Penembakan di California, Korban Berlompatan dari Jendela Ilustrasi. (Reuters/Chris Helgren)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pengunjung Borderline Bar and Grill di California seketika berlarian bahkan melompat dari jendela ketika seorang mantan marinir Amerika Serikat melepaskan tembakan dengan membabi buta hingga menewaskan 12 orang pada Rabu (7/11) malam.

"Mereka lari keluar dari pintu belakang, mereka memecahkan kaca, mereka berlompatan dari jendela. Mereka sembunyi di loteng, ada pula yang bersembunyi di kamar kecil," ujar Kepala Kepolisian Daerah Ventura, Geoff Dean, kepada AFP, Kamis (8/11).

Dean menuturkan bahwa tragedi ini bermula ketika pelaku yang teridentifikasi bernama David Long menembak satu petugas keamanan di depan bar.
Pukul 23.20, mantan anggota marinir yang pernah mengabdi di Afghanistan itu masuk ke dalam bar dan melepaskan tembakan secara membabi buta.


Para pengunjung lantas berlarian menghindari tembakan. Dua belas orang terkapar kehilangan nyawa, sementara 23 orang lainnya terluka karena "melompat dari jendela dan terperosok saat ingin bersembunyi di bawah meja."

David Long kemudian menembak dirinya sendiri hingga tewas. Aparat lantas mengepung bar tersebut dan melarikan puluhan orang yang terluka ke rumah sakit.
Para korban selamat langsung kembali ke rumah masing-masing. Salah satu di antara mereka adalah Molly Maurer, orang yang juga menjadi saksi penembakan massal di festival musik di Las Vegas setahun lalu, di mana 58 nyawa melayang.

"Saya tidak percaya saya dapat mengatakan ini lagi. Saya masih hidup dan saya sudah tiba di rumah dengan selamat," tulis Maurer melalui akun Facebook pribadinya.

Sementara itu, kepolisian langsung menggelar penyelidikan. Namun, mereka belum dapat mengetahui motif pelaku.

"Kami belum tahu apa motifnya kali ini. Jelas ada yang terjadi di dalam kepalanya yang membuatnya melakukan hal seperti ini. Ia punya masalah," ucap Dean.
Kini, aparat sedang mendalami latar belakang Long. Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, Long berbakti di Korps Marinir dari Agustus 2008 hingga Maret 2013.

Ia mendapatkan pangkat kopral dan pernah bertempur ketika diterjunkan di Afghanistan dari November 2010 sampai Juni 2011. Tak heran, ia sangat mahir menggunakan senjata saat beraksi di bar tersebut.

"Dia sangat sempurna. Dia terlihat sangat terampil menjalankan aksinya," ujar penjaga bar, Teylor Whittler, kepada Fox News.
Setelah tak lagi menjadi marinir, Long masih beberapa kali berurusan dengan kementerian pertahanan karena sejumlah insiden yang ia alami, termasuk tabrakan dan ketika dipukuli di bar pada 2015.

April lalu, sejumlah pejabat dipanggil ke rumah Long karena ada gangguan pada diri mantan marinir tersebut. Saat tiba di rumah Long di Newbury Park, petugas melihat pria itu "bertingkah sedikit tidak rasional."

"Mereka merasa ia mungkin menderita stres akibat trauma (PTSD) jika mengingat ia adalah veteran yang pernah bergabung dengan korps marinir," ucap Dean.

"Mereka langsung membentuk tim intervensi. Spesialis kesehatan mental juga sudah bertemu dengannya, berbicara dengannya, dan mencoba membersihkannya." (has/has)