"Kami memberikan rekaman itu, kami berikan kepada Arab Saudi, kami berikan ke Washington, ke Jerman, Ke Perancis, dan Inggris," jelasnya dalam siaran televisi seperti dikutip AFP.
"Mereka mendengarkan pembicaraan yang menambil tempat disini, seperti Anda tahu," jelasnya sebelum bertolak ke Paris untuk menghadiri peringatan berakhirnya Perang Dunia I.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berulang kali menyangkal, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa jurnalis berusia 59 tahun itu dibunuh dalam misi operasi yang brutal.
Namun, Erdogan menuduh bahwa pejabat tertinggi pemerintah Saudi memerintahkan pembunuhan itu. Beberapa pejabat juga menuding Putera Mahkota Mohammed bin Salman terlibat.
Tapi hingga saat itu, keberadaan soal audio ini masih belum diakui secara resmi. Saudi juga tak kunjung mengungkap keberadaan tubuh Khashoggi setelah ia dibunuh.
Penasihat Erdogan, Yasin Aktay menyebut bahwa kemungkinan tubuh wartawan itu telah dihilangkan dengan larutan asam. (eks/eks)