"Menlu Pompeo menekankan bahwa AS akan meminta pertanggungjawaban terhadap sleuruh pihak yang terlibat pembunuhan Jamal Khashoggi, dan Arab Saudi harus melakukan hal serupa," ucap juru bicara Kemlu AS, Heather Nauert, melalui pernyataan, Minggu (11/11).
Khashoggi tewas dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Meski semula membantah, Saudi akhirnya mengakui bahwa koresponden The Washington Post itu tewas di dalam gedung konsulatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pompeo sebelumnya menganggap pembunuhan Khashoggi melanggar norma dalam hukum internasional.
Dia juga mengatakan AS tengah mempertimbangkan menerapkan sanksi kepada para individu yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.
"Menlu Pompeo berulang kali mengatakan bahwa AS menyerukan penghentian permusuhan dan menyerukan kepada semua pihak untuk mengutamakan perudingan guna mencapai solusi damai dalam setiap konflik," papar Nauert seperti dikutip AFP.
Pembunuhan Khashoggi masih menjadi teka-teki bagi dunia internasional, terutama Turki. Otoritas Turki hingga saat ini belum mengetahui secara pasti keberadaan jasad Khashoggi.
Kabarnya jasad lelaki itu dibuang ke saluran pembuangan setelah dihancurkan dengan cairan asam.
Petugas forensik Turki dikabarkan menemukan jejak-jejak cairan asam di saluran pembuangan di Konsulat Turki. Menurut sumber, diduga jasad Khashoggi baru dibuang ketika sudah luruh akibat direndam cairan asam.