Cegah Aktivis Wanita Masuk Kuil, Warga India Blokir Bandara

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 18:41 WIB
Cegah Aktivis Wanita Masuk Kuil, Warga India Blokir Bandara Ilustrasi. (Reuters/Sivaram V)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan pengunjuk rasa memblokir jalan keluar di sebuah bandara di Kerala, India, untuk mengadang sekelompok aktivis perempuan agar tidak masuk ke kuil Hindu.

"Protes diadakan di luar bandara dan polisi mengatakan bahwa kami tidak bisa keluar sekarang," kata seorang aktivis, Trupti Desai, kepada Reuters.

"Kami memesan taksi sekitar tiga atau empat kali, tetapi pengemudi mengatakan bahwa para demonstran mengancam akan merusak kendaraan mereka jika memberikan kami tumpangan."
Petugas kepolisian juga menyarankan Desai untuk tidak meninggalkan bandara dengan alasan keamanan. Namun, mereka tetap ingin keluar agar bisa ke kuil Sabarimala pada Sabtu (17/11).


Desai sendiri adalah pemimpin gerakan "hak untuk berdoa" di wilayah Maharashtra. Ia berhasil membuat perempuan mendapatkan hak mereka memasuki tiga kuil di tempat itu.

"Kami tidak akan kembali sampai kami melihat darshan (gambar dewa). Pelecehan dan fanatisme semacam ini tidak bisa diterima," katanya.

Aksi unjuk rasa mulai tersebar luas setelah Mahkamah Agung memerintahkan pemerintah untuk mencabut larangan terhadap perempuan berusia antara 10 hingga 50 tahun memasuki kuil hindu pada September lalu.
Ribuan demonstran mengatakan bahwa mereka percaya jika mengizinkan perempuan usia menstruasi ke kuil bisa menodai tempat suci itu.

Petugas kepolisian sudah berusaha membawa kelompok aktivis perempuan itu keluar melalui gerbang kargo, tapi para demonstran menggagalkan upaya itu.

"Kami tidak akan membiarkan para aktivis masuk ke dalam Sabarimala. Kami bersedia untuk mati memprotes, tetapi tidak akan bergerak satu inci pun dari sini," kata seorang demonstran kepada saluran televisi CNN News18.

Sejak larangan itu dicabut, pengadilan mendengar dan menerima hampir 50 petisi untuk mempertimbangkan kembali keputusan itu.

Pada Kamis (15/11), pertemuan antara Menteri Kepala Kerala, Pinarayi Vijayan, dengan pengurus kuil juga tak bisa menyelesaikan kebuntuan itu.

Vijayan mengatakan bahwa pemerintahannya menghormati perasaan para umat, tapi mereka harus mematuhi pengadilan. (cin/has)