Pilih Tidur, Duterte Lewatkan Jamuan Makan Malam KTT APEC

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 19:20 WIB
Pilih Tidur, Duterte Lewatkan Jamuan Makan Malam KTT APEC Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (REUTERS/Ezra Acayan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah absen dalam sejumlah rapat KTT ASEAN pada pekan lalu di Singapura karena tidur siang, Presiden Filipina Rodrigo Duterte juga melewati acara jamuan makan malam KTT APEC di Papua Nugini (PNG) pada akhir pekan lalu karena alasan serupa.

Duterte lebih memilih beristirahat dan mengutus menteri perdagangan Filipina untuk mewakilinya dalam acara yang dihadiri 21 pemimpin negara anggota blok kerja sama ekonomi Asia-Pasifik itu.

Juru Bicara Kepresidenan Filipina menyatakan Duterte tidak akan menghadiri seluruh rangkaian acara KTT APEC di Port Moresby. Namun, presiden 73 tahun itu tetap berada di PNG hingga hari terakhir KTT.
"Ini setelah saya dengan keras dan terus-menerus mendesak dia untuk tetap berada (di PNG)," kata Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin melalui akun Twitter-nya pada Minggu (18/11) pekan lalu.


Dikenal sebagai sosok dengan jadwal padat dan pidato yang panjang, kondisi kesehatan presiden berusia 73 tahun ini mulai menjadi perhatian publik setelah kerap absen dalam sejumlah kesempatan penting.

Rumor kondisi kesehatan Duterte memburuk pun mulai merebak. Setelah lawatannya ke Israel dan Yordania pada bulan lalu, misalnya, kulitnya tampak pucat. Namun, Duterte berkilah kulitnya terbakar karena terlalu lama terpapar sinar matahari di gurun.

Duterte bahkan melewati 11 pertemuan ASEAN di Singapura selama 13-15 November lalu.

Juru bicara Duterte, Salvador S Panelo, menjelaskan sang presiden terpaksa mencuri waktu untuk tidur siang di sela-sela KTT karena hanya memiliki waktu tiga jam untuk beristirahat sehari sebelum pertemuan digelar.

"Dia tidur siang untuk mengembalikan stamina akibat kekurangan waktu tidur," ucap Panelo kepada wartawan pada Kamis (15/11) pekan lalu.
Piih Tidur, Duterte Lewatkan Jamuan Makan di KTT APEC Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (AFP PHOTO / NOEL CELIS)
"Sejumlah pihak meributkan hal ini karena Presiden Duterte melewatkan beberapa pertemuan. Kami menjamin ketidakhadiran beliau tidak ada hubungannya dengan kesehatan yang belakangan menjadi bahan spekulasi."

Akibat hal itu, sejumlah pengamat membandingkan Duterte dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Meski telah berusia 93 tahun, PM Malaysia itu tetap menghadiri seluruh rangkaian KTT ASEAN.

Mahathir menyebut sudah merupakan tugasnya untuk menghadiri acara kenegaraan seperti itu.

Dalam kesempatan itu, Duterte menjelaskan bahwa dia kerap melakukan hal serupa dalam pertemuan-pertemuan regional sebelumnya, tak terkecuali ketika Filipina menjadi tuan rumah KTT ASEAN pada 2017 lalu.

"Itu benar, semuanya sama saja. Tidak ada yang berbeda," tutur Duterte.
Ketika bertemu komunitas warga Filipina di Port Moresby, Duterte sempat menjelaskan alasannya tidak hadir dalam sejumlah pertemuan ASEAN.

Dalam kesempatan itu, Duterte menuturkan dia juga membatalkan pertemuan informal berupa sarapan bersama dengan PM Australia Scott Morrison di Singapura.

"Saya mengatakan kepada para personel saya untuk apa saya menghadiri (jamuan sarapan) tersebut ketika saya tidak pernah sarapan. Kedua, itu juga acara informal," kata Duterte.

Rumor mengenai kesehatannya ini sebenarnya sudah mulai merebak sejak tahun lalu, ketika para anggota parlemen khawatir karena Duterte pernah mengaku harus mengonsumsi obat penahan rasa sakit yang biasa digunakan pengidap kanker, fentanyl.
Menampik mengidap kanker, Duterte menjelaskan obat itu digunakan untuk mengurangi rasa sakit di tulang belakangnya akibat kecelakaan berkendara di masa silam. (rds/ayp)