"Pemilihan itu terjadi di dalam tekanan dan campur tangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemilihan ini," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.
Semakin tinggginya seruan Barat Interpol untuk menolak kandidat asal Rusia Alexander Prokopchuk, menjadi pucuk pimpinan organisasi itu. Prokopchuk sendiri pernah menjabat di Kementerian Dalam Negeri Rusia dan menjadi wakil presiden Interpol saat ini. Namun,berkembang kekhawatiran kalau Moskow dapat menyalahgunakan kekuasaan mereka di Interpol untuk menargetkan lawan-lawan politik mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kim mendapat dukungan AS dan pemilihan dilakukan pada pertemuan delegasi dari negara-negara anggota di Dubai. Pertemuan itu merupakan pertemuan terbesar Interpol dengan 180 negara anggota, kata sekretaris jenderal Jurgen Stock.
Stock menyebut bahwa Interpol adalah badan yang "netral dan independen". Ia pun menyebut bahwa rincian dari pemungutan suara itu rahasia tidak akan dipublikasikan. Ia menyebut kalau pemilihan Kim adalah "demokratis, transparan, bebas dan jelas," kata Stock saat konferensi pers Dubai.
"Rusia secara rutin menyalahgunakan Interpol untuk tujuan menyelesaikan skor dan melecehkan lawan politik, pembangkang dan jurnalis," tulis mereka.
Juru bicara Rusia Peskov menolak surat senator AS itu dan menyebutnya sebagai "contoh nyata" dari upaya untuk ikut campur dalam pemungutan suara. (eks/eks)