Polisi Israel Usulkan Dakwa Netanyahu Terkait Kasus Korupsi

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 11:35 WIB
Polisi Israel Usulkan Dakwa Netanyahu Terkait Kasus Korupsi Kepolisian Israel mengusulkan penjatuhan dakwaan terhadap PM Benjamin Netanyahu dan sang istri, Sara, terkait kasus suap dan sejumlah pelanggaran lainnya. (Dan Balilty)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Israel mengusulkan penjatuhan dakwaan atas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan sang istri, Sara, terkait kasus suap dan sejumlah pelanggaran lainnya.

Rekomendasi ini merupakan yang ketiga kalinya dikeluarkan polisi terhadap orang nomor satu di Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Polisi mengaku sudah memiliki bukti kuat untuk menuntut Netanyahu terkait suap, penipuan, pelanggaran hukum, serta pelanggaran kepercayaan.
Aparat juga merekomendasikan untuk mendakwa Sara Netanyahu atas tuduhan penyuapan, penipuan, pelanggaran kepercayaan, dan manipulasi bukti.


Dikutip AFP, dakwaan ini berpusat pada kasus dugaan suap berupa pemberitaan positif bagi Netanyahu sebagai imbalan karena telah memberikan sejumlah kemudahan regulasi bagi perusahaan telekomunikasi Bezeq.

Jaksa Agung Israel disebut akan memutuskan apakah akan mengeluarkan surat dakwaan terhadap Netanyahu dan sang istri terkait kasus ini dalam waktu dekat.
Skandal korupsi terus menjerat Netanyahu sejak awal 2017 lalu. Dia dituduh terlibat korupsi atas beberapa kasus berbeda. Selain Bezeq, Netanyahu dituduh menerima suap dari perusahaan saham terbesar di negara itu, Shaul Elovitch.

PM Israel ke-12 itu dituding menerapkan kebijakan yang menguntungkan bagi anak perusahaan Elovitch, portal berita Walla, dengan imbalan pemberitaan baik yang bisa mengangkat citranya.

Netanyahu juga diperiksa terkait dugaan keterlibatan pembelian kapal selam Jerman yang kontroversial.
Sejauh ini Netanyahu telah diperiksa sebanyak sembilan kali, tapi polisi belum juga menetapkan orang nomor satu itu sebagai tersangka.

Pada Februari lalu kepolisian juga telah merekomendasikan untuk mendakwa Netanyahu atas dua kasus korupsi.

Skandal korupsi ini pun memunculkan spekulasi bahwa Netanyahu akan mengundurkan diri sebagai PM setelah menjabat sejak 2009 lalu.
Namun, selama ini, Netanyahu membantah seluruh tuduhan korupsi yang menjerat dia dan sang istri. Dia juga mengklaim bahwa usulan polisi "diputuskan dan bocor bahkan ketika penyelidikan dimulai."

Netanyahu menganggap seluruh tudingan korupsi ini sebagai upaya musuh politik untuk mendepaknya dari kursi perdana menteri.

"Setelah menyelidiki kasus ini, saya yakin bahwa dalam kasus ini pihak berwenang akan mencapi kesimpulan yang sama: bahwa tidak ada apa-apa karena memang tidak ada apa-apa," tutur Netanyahu. (rds/has)