Seperti dilansir The Guardian, Rabu (5/12), Latifa yang merupakan anak dari Pemimpin Dubai dan Perdana Menteri UEA, Sheikh Mohammed Rashid al-Maktoum kabur dari rumahnya menuju India pada Maret lalu. Namun, ketika berada pada jarak 30 mil laut dari lepas pantai Goa, perempuan berusia 32 tahun itu disergap oleh sekelompok orang yang diduga kuat adalah utusan sang ayah.
Konon, Latifa sudah merencanakan pelarian itu selama 7 tahun. Dia mengaku belajar dari pengalaman sang kakak, Shamsa, yang juga sempat kabur dari tempat peristirahatan di Surrey, Inggris, saat berjalan-jalan dengan keluarga 18 tahun lalu. Saat itu sang kakak ditangkap oleh utusan sang ayah di Cambridge, kemudian dipulangkan ke Dubai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaubert adalah salah satu orang yang membantu Latifa merencanakan pelarian. Keduanya berkolaborasi bersama pelatih capoeira asal Finlandia, Tiina Jauhiainen untuk mengeksekusi rencana itu.
Latifa kemudian pergi ke perbatasan Oman, kemudian pergi menempuh 26 mil laut menggunakan perahu karet dan jet ski. Di tengah perjalanan, Jaubert sudah menunggu menggunakan yacht.
Hingga berita ini dibuat, pemerintah Dubai belum memberikan tanggapan apapun. (ayp)