"Saya tidak bisa bernapas," demikian ucapan terakhir Khashoggi seperti ditirukan oleh seorang sumber yang sudah membaca transkrip rekaman dari dalam gedung tersebut sebelum Khashoggi mengembuskan nafas terakhirnya.
Sumber itu mengatakan kepada CNN bahwa jika dilihat dari transkrip tersebut, sangat jelas bahwa pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan dengan matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sejumlah rekaman juga terdengar beberapa panggilan telepon yang mengindikasikan para tersangka melaporkan sesuatu, diduga kepada tokoh senior di Saudi.
Kelima belas orang itu sudah ditangkap oleh otoritas Saudi. Turki pun meminta agar para tersangka itu diekstradisi ke negaranya, tapi Saudi menolak.
Saudi sendiri mengakui bahwa jurnalis kontributor The Washington Post itu tewas dibunuh di konsulat mereka meski sebelumnya Riyadh selalu menekankan bahwa Khashoggi sudah keluar dari gedung itu dengan selamat.
Sementara itu, Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan sudah menarik simpulan bahwa Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, memerintahkan langsung pembunuhan ini.
CIA menarik simpulan ini setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dan Duta Besar Saudi yang juga adik dari putra mahkota, Khalid bin Salman.
[Gambas:Video CNN]
Dalam percakapan tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi bahwa wartawan itu harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan. Khalid menjamin segalanya akan aman ketika Khashoggi datang ke konsulat.
Namun, Presiden Donald Trump yang dikenal sebagai sekutu dekat Saudi membantah kabar tersebut dan mengatakan bahwa CIA belum menarik simpulan apa pun.
Ketika ditanya mengenai laporan yang diungkap The Washington Post tersebut, Trump hanya menjawab, "Mungkin saja putra mahkota tau mengenai kejadian tragis itu, Mungkin ya, mungkin tidak!" (has)