Kantor Macron mengumumkan bahwa sang presiden akan menemui serikat buruh pada Senin (10/12) waktu setempat.
Setelah itu, ia akan berpidato pukul 20.00 waktu setempat untuk mengumumkan "langkah segera yang konkret" untuk merespons tuntutan para pengunjuk rasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Le Pen mendesak Macron untuk "mendengarkan penderitaan rakyat dan mengambil respons yang sangat kuat dan sesegera mungkin."
Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, juga mengatakan bahwa demonstrasi besar-besaran ini adalah "bencana ekonomi" bagi negaranya.
Demonstrasi ini memang disebut-sebut sebagai kericuhan paling dahsyat di Prancis selama beberapa dekade belakangan, dengan puncaknya 10 ribu orang turun ke jalan, berhadapan dengan sekitar 8.000 personel kepolisian yang menangkap 1.700 demonstran.
[Gambas:Video CNN]
Aksi protes kenaikan pajak bahan bakar dan peningkatan biaya hidup ini sudah dimulai sejak 17 November dan dengan cepat menyebar berkat media sosial.
Setelah demonstrasi berakhir ricuh pada pekan lalu, pemerintah Prancis memutuskan untuk menunda kenaikan harga bahan bakar dan meminta gerakan rompi kuning tak menggelar aksi lagi.
Namun, rompi kuning tetap mengadakan unjuk rasa, menganggap penundaan kenaikan bahan bakar itu bukan solusi karena pemerintah bisa saja menaikkannya kembali ketika situasi sudah kondusif. (has)