Penabrak Pendemo Charlottesville Diminta Dibui Seumur Hidup

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 20:17 WIB
Penabrak Pendemo Charlottesville Diminta Dibui Seumur Hidup Ilustrasi unjuk rasa anti supremasi kulit putih di Charlottesville,Virginia, Amerika Serikat. (REUTERS/Joshua Roberts)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juri dalam pengadilan di negara bagian Virginia, Amerika Serikat mengusulkan supaya James Fields (21) dihukum penjara seumur hidup. Dia adalah terdakwa kasus dugaan pembunuhan tingkat pertama karena menabrak kerumunan pengunjuk rasa anti supremasi kulit putih di Kota Charlottesville, menewaskan satu orang dan melukai 19 lainnya pada tahun lalu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (12/12), juri menganggap Fields terbukti melakukan pembunuhan tingkat pertama dan sejumlah kejahatan lain dalam aksinya.

Kejadian di Charlottesville itu merenggut nyawa seorang pengunjuk rasa anti-ultra nasionalis, Heather Heyer (32). Dia bersama sejumlah orang lain menggelar demonstrasi untuk menghadapi unjuk rasa kelompok kelompok sayap kanan yang bergabung dalam ajang 'Unite the Right', pada 12 Agustus 2017.
Ibu mendiang Heyer, Susan Bro tak kuasa menahan tangis ketika mendengar usulan juri untuk menghukum Fields dengan penjara seumur hidup. Dia menyatakan Fields mencoba membungkam anaknya, tetapi tak bisa melemahkan pesan toleransi dan kesetaraan yang disampaikan anaknya.


Para juri yang sama juga akan mendengarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum memberikan keputusan di Pengadilan Charlottesville. Kuasa hukum Fields tidak menyangkal kalau klien mereka yang mengemudikan sedan Dodge Charger dan menghantam kerumunan demonstran. Namun, mereka berkelit Fields melakukan hal itu karena merasa terancam dianiaya para pengunjuk rasa yang berlawanan.

Demonstrasi itu digelar karena kelompok sayap kanan menentang penggusuran dua patung jenderal pasukan Konfederasi yang memimpin Perang Sipil Amerika Serikat pada 1861 sampai 1865. Negara-negara bagian yang menentang penghapusan perbudakan membentuk angkatan perang, dan bertempur melawan pemerintah AS dan negara-negara bagian yang mendukung penghapusan perbudakan.
Malam hari sebelum unjuk rasa, kelompok sayap kanan melakukan pawai obor dekat Universitas Virginia. Puncaknya adalah kejadian penabrakan itu.

Fields juga pernah difoto beberapa jam sebelum kejadian sambil memegang tameng dengan lambang kelompok radikal sayap kanan. Dia juga mengaku sebagai neo-Nazi. Hingga saat ini dia menyatakan tidak bersalah. (ayp/ayp)