Demonstrasi UU Tenaga Kerja di Budapest Berujung Ricuh

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 11:22 WIB
Demonstrasi UU Tenaga Kerja di Budapest Berujung Ricuh Demonstran di Ibu Kota Budapest, Hungaria terlibat bentrok dengan aparat pada Minggu (16/12) saat menentang aturan lembur yang baru disahkan. (REUTERS/Bernadett Szabo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi unjuk rasa pada Minggu (16/12) di Ibu Kota Budapest, Hungaria untuk menentang undang-undang tenaga kerja pemerintah yang baru disahkan berujung ricuh. Demonstrasi yang sudah berlangsung selama empat hari itu menolak aturan pemerintah yang mengharuskan para buruh lembur 400 jam dalam setahun.

Aksi protes mulai memanas ketika para pengunjuk rasa tiba di kantor televisi yang dikelola negara, MTVA.

Seperti dikutip dari CNN, Senin (17/12) para pengunjuk rasa beramai-ramai mencoba menyerbu gedung tersebut. Aksi tersebut diadang polisi, sehingga berakhir dengan bentrokan.
Melalui video dan gambar yang tertangkap, polisi antihuru-hara terlihat menembakkan gas air mata ke arah kerumunan selama bentrokan terjadi.


Gas air mata yang ditembakkan akhirnya membuat surut kericuhan. Ribuan pengunjuk rasa terlihat berjongkok menutupi mata. Di antara gerombolan massa, wartawan terjebak dan turut terkena gas air mata.

Setidaknya ribuan demonstran turut maramaikan aksi protes tersebut. Aksi protes dimulai sejak Rabu, setelah Parlemen Hungaria meloloskan undang-undang yang diajukan oleh Perdana Menteri Viktor Orban, dan didukung oleh Partai Fidesz.

Beleid itu dicibir karena dianggap menyuburkan praktik perbudakan. Sedangkan pemerintah mengklaim pengubahan batas jam lembur dilakukan untuk kepentingan para pekerja, sehingga mereka mendapat upah lebih banyak.
Sebelum rancangan beleid itu disahkan, undang-undang tenaga kerja Hungaria hanya mengizinkan perusahaan menerapkan lembur hingga 250 jam setiap tahun. Kini, batas waktu lembur dinaikan hingga 400 jam setiap tahun. (fey/ayp)