Keputusan itu disebut Netanyahu telah didiskusikan terlebih dulu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Kami akan mempelajari dulu waktunya, bagaimana itu dilaksanakan dan tentu saja implikasinya bagi kami. Dalam setiap hal kami akan terus menjaga keamanan Israel dan mempertahankan diri di wilayah ini," kata Netanyahu seperti dikutip dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah mengalahkan ISIS, yang menjadi satu-satunya alasan bagi kami untuk berada di sana selama pemerintahan saya," kicau Trump.
Pernyataan Trump itu dikonfirmasi oleh salah satu pejabat tinggi Amerika kepada AFP.
Amerika saat ini menempatkan sekitar 2.000 pasukan militer di Suriah. Mayoritas mereka bertugas memberi pelatihan dan masukan kepada kekuatan lokal dalam memerangi jihadis ISIS.
"Penarikan pasukan itu akan dilakukan secepatnya," kata sumber itu lagi tanpa menyebut kapan waktu penarikan dilakukan.
Israel sendiri cukup aktif terlibat dalam perang di Suriah. Sejak dimulai 2011 silam, negara zionis itu telah melancarkan lusinan serangan ke Suriah dengan target pasukan Iran dan Hizbullah di sana.
Para pengamat telah mengingatkan bahwa penarikan pasukan AS dari Suriah akan membuat Assad bersama sekutunya, yakni Rusia dan Iran, semakin memperkuat pengaruhnya di negeri itu dan di kawasan. (wis/wis)