Seperti dilansir AFP, Selasa (25/12), target serangan teror itu adalah gedung Kementerian Pekerjaan Umum Afghanistan. Kejadian ini dianggap menjadi yang paling mematikan pada tahun ini.
Menurut juru bicara Kementerian PU Afghanistan, Waheed Majroh, serangan itu terjadi pada Senin (24/12) kemarin di kantor dana pensiun dan tunjangan veteran perang. Kelompok bersenjata menyerang gedung itu selepas tengah hari setelah didahului dengan serangan bom mobil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah selesai, empat militan termasuk pelaku bom meninggal. Sedangkan 350 orang berhasil dibebaskan.
Presiden Ashraf Ghani mengklaim serangan teror itu bertujuan menyembunyikan kekalahan kelompok militan. Sedangkan Perdana Menteri Abdullah Abdullah menuding Taliban dalang serangan itu.
Hal ini menjadi tanda tanya akan ketajaman dan efektivitas operasi militer dipimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di negara itu. Sejak Amerika Serikat menyerbu Afghanistan 17 tahun lalu, perang gerilya masih berkobar di sana. Malah AS meragukan kemampuan tempur pasukan Afghanistan jika harus menghadapi Taliban, yang dianggap bersekongkol dengan kelompok teror Al Qaidah.