Badai melanda pulau-pulau Filipina tengah dan timur pada tanggal 29 Desember dan menyebabkan banjir besar dan tanah longsor. Lebih dari 100 orang tewas di daerah pegunungan Bicol di tenggara Manila, kata para pejabat bencana regional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam dua hari saja, Badai Usman mengguyur wilayah Bicol dengan curah hujan lebat, yang biasanya terjadi selama satu bulan," kata jurubicara badan bencana nasional Edgar Posadas kepada AFP, menggunakan nama lokal untuk badai yang telah melemah ke daerah bertekanan rendah.
"Operasi evakuasi sedang dilakukan, namun kami terkendala akses yang dipenuhi lumpur dan medan yang tidak stabil."
Korban tewas kemungkinan akan bertambah karena 26 orang dikabarkan masih hilang, Posadas menambahkan.
Lebih dari 152 ribu orang mengungsi akibat Badai Usman dan 75 orang terluka, menurut badan bencana nasional.
Presiden Rodrigo Duterte mengunjungi daerah-daerah yang dilanda badai pada hari Jumat (4/1) dan mendesak para pejabat untuk membangun pusat-pusat evakuasi daripada menggunakan sekolah sebagai tempat berlindung bagi para pengungsi.
Sekitar 20 topan dan badai menghantam Filipina setiap tahunnya dan menewaskan ratusan orang.
Yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir adalah Topan Super Haiyan yang menyebabkan lebih dari 7.360 orang tewas dan hilang di Filipina tengah pada tahun 2013.
(ard)