Tiga Tewas Akibat Ledakan Gas di Paris, Potensi Teror Ditepis

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 13/01/2019 01:43 WIB
Tiga Tewas Akibat Ledakan Gas di Paris, Potensi Teror Ditepis Ilustrasi ledakan gas. (Istockphoto/Inhauscreative)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua petugas pemadam kebakaran Prancis dan seorang warga Spanyol dikabarkan tewas serta nyaris 50 orang lainnya terluka dalam ledakan gas yang menghancurkan lantai dasar sebuah bangunan di pusat perbelanjaan Paris, Prancis, Sabtu (12/1).

Insiden itu terjadi saat pemerintah memperketat kemanan di Paris terkait aksi protes 'Rompi Kuning' yang sudah memasuki pekan ke sembilan. Sebagian besar ibukota diblokir oleh polisi anti huru-hara, meskipun protes telah berkurang dalam skala dibandingkan dengan November 2018.

"Ketika petugas pemadam kebakaran mencari kebocoran gas di gedung itu, sebuah ledakan dramatis terjadi," ucap Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner, Sabtu (12/1) dikutip dari Reuters.

Ia menyebut salah satu petugas pemadam kebakaran sempat terkubur di bawah puing-puing selama beberapa jam.

Dalam akun Twitter-nya, Castaner mengatakan bahwa dua petugas pemadam kebakaran tewas, dan 10 orang lainnya, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran lainnya, mengalami cedera serius. Sementara, 37 orang lainnya mengalami luka ringan.

Seorang saksi mata di sebuah hotel di dekatnya mengatakan dia melihat api menyelimuti lantai dasar gedung yang meledak.


"Ada pecahan kaca di mana-mana, etalase pecah dan jendela-jendela pecah hingga lantai tiga dan empat," kata David Bangura (38.

Saat dia mendekati tempat kejadian, seorang wanita menangis meminta bantuan dari lantai pertama sebuah bangunan: "Tolong kami, tolong anak kami".

Menteri Luar Negeri Spanyol Josep Borrell menulis di akun Twitter-nya bahwa seorang wanita berkebangsaan Spanyol juga tewas dalam ledakan itu. Pihak berwenang Prancis tidak segera mengkonfirmasi kematian itu.

Surat kabar Spanyol El Confidencial melaporkan bahwa wanita itu adalah turis yang mengunjungi Paris bersama suaminya.

Beberapa jam setelah ledakan, ribuan pengunjuk rasa 'Rompi Kuning' berbaris dengan tenang melalui distrik perbelanjaan Grands Boulevards di Paris utara, atau hanya beberapa ratus meter dari lokasi ledakan.

Diketahui, dalam beberapa tahun terakhir Perancis mengalami serangkaian serangan teroris mematikan. Misalnya, serangan di Paris, Nice, Marseille.


Namun, aparat mengesampingkan dugaan teror dalam ledakan kali ii.

"Ini jelas bisa kita katakan merupakan kecelakaan," kata Jaksa Paris Remi Heitz kepada wartawan.

Sebuah sumber kepolisian mengatakan ledakan itu menghancurkan sebuah toko roti di Rue Trevise. Sejumlah saksi mata mengatakan ledakan itu menghancurkan toko-toko terdekat dan mengguncang bangunan-bangunan yang berjarak ratusan meter.

Lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran bergabung dengan operasi penyelamatan. Dua helikopter mendarat untuk mengevakuasi korban. Sementara, ambulans berjuang untuk masuk ke lokasi karena jalanan dipenuhi polisi yang berjaga untuk menahan kekerasan oleh pengunjuk rasa 'Rompi Kuning'.


(arh)