"Saya adalah calon Presiden Amerika Serikat," seru Castro (44), kepada massa yang berkumpul di Guadalupe Plaza, San Antonio, yang merupakan kota banyak dihuni keturunan Amerika-Meksiko.
"Tidak ada kontestan [pilpres] yang lahir dari sini, tapi saya selalu percaya bahwa dengan mimpi besar dan kerja keras, segala sesuatu mungkin terjadi di negara ini," Castro, yang juga merupakan kader Partai Demokrat, menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersaing untuk menjadi Presiden AS karena ini saatnya untuk kepemimpinan baru, karena inilah saatnya untuk energi baru," cetusnya, yang merupakan mantan Wali Kota San Antonio itu.
"Ya, kita perlu keamanan perbatasan, tapi ada cara yang lebih cerdas dan manusiawi untuk melakukannya. Dan tak perlu ada kurungan bagi anak-anak demi keamanan," sindir Castro terhadap kebijakan Trump terhadap kaum imigran.
Kepada massa yang berkumpul di San Antonio, Castro berkata, "Medicare untuk semua." Hal itu berarti ia memilih kebijakan yang akan memberikan jaminan kesehatan bagi semua warga tanpa kecuali.
Mark Jones, analis politik di Rice University di Houston, AS, menyebut peluang Castro untuk mengamankan pencalonannya tipis.
"Julian Castro seharusnya tidak dipertimbangkan," kata Jones. "Kebintangannya jelas tidak tampak lagi, dan terutama karena ambisi Julian Castro untuk jadi Presiden," tutupnya.
(arh)