"Kami akan menghancurkan Turki secara ekonomi jika mereka menyerang suku Kurdi. Kami juga tak ingin Kurdi memprovokasi Turki," cuit Trump melalui akun Twitternya, seperti dikutip CNN, Senin (14/1).
Penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, mengatakan penarikan pasukan akan bergantung pada keputusan Turki untuk tidak menyerang Kurdi begitu pasukan AS meninggalkan Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bolton melakukan kesalahan serius. Jika ia berpikir seperti itu, ia melakukan kesalahan besar. Kami tidak akan berkompromi," kata Erdogan.
Keputusan Trump menarik seluruh pasukan dari medan perang di Suriah pada Desember 2018 lalu sudah mulai dilakukan. Pada pekan lalu, sebagian dari pasukan AS di Suriah dilaporkan mulai mengemasi sejumlah peralatan tempur. Trump meminta penarikan pasukan dilakukan bertahap dengan tenggat maksimal empat bulan.
Keputusan Trump menarik 2000 pasukan dari Suriah ditentang sejumlah pihak. Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis memilih mundur sehari setelah Trump memutuskan hal tersebut.
"Kami juga mendapatkan manfaat, tapi sekarang saatnya membawa pasukan kami kembali ke rumah. Hentikan perang tanpa hati!," cuit Trump. (fey/ayp)