Iran Tuntut AS Jelaskan Penahanan Jurnalis Perempuan

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 12:07 WIB
Iran Tuntut AS Jelaskan Penahanan Jurnalis Perempuan Ilustrasi penangkapan. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri luar negeri Iran, Javad Zarif, menyebut penahanan salah seorang jurnalisnya di Amerika Serikat sebagai "aksi politik" yang menginjak-injak kebebasan berbicara.

Zarif juga menuntut pembebasan sang jurnalis sesegera mungkin.

"Penangkapan Marzieh Hashemi oleh Amerika adalah tindakan politik yang tidak dapat diterima yang menginjak-injak kebebasan berbicara," kata Zarif kepada stasiun TV Al-Alam, Rabu (16/01).
Hashemi merupakan perempuan kelahiran AS yang bekerja untuk Press TV, media berbahasa Inggris milik Iran. Ia ditangkap saat tiba di Bandara Internasional St Louis Lambert pada Minggu (13/01), demikian menurut keluarga dan teman-teman, sebagaimana dikutip Press TV.


Zarif mengatakan bahwa karena Hashemi menikah dengan seorang berketurunan Iran, dia dianggap sebagai warga negara Iran dan "menjadi tugas kita untuk membela warga negara kita."

"Amerika harus segera mengakhiri permainan politik ini," tambahnya, menuntut pembebasan Hashemi.

Sebelumnya, pada Rabu (16/01), kepala Press TV Payman Jabali mengatakan Hashemi telah ditahan bersama putranya di Amerika Serikat atas dakwaan yang tidak dinyatakan dengan jelas.

"Seperti kita ketahui, AS dapat menangkap siapa saja tanpa tuduhan dan menahan mereka selama berminggu-minggu, terutama dalam memerangi terorisme. Kami meyakini tindakan hukum tidak akan efektif untuk menjamin kebebasannya," ujar Jabali kepada wartawan di Teheran.

"Kami meminta AS untuk menjelaskan tuduhannya," katanya. "Ini adalah skandal terhadap apa yang disebut sebagai demokrasi AS."

Jabali mengatakan Hashemi mungkin telah menjadi sasaran atas film dokumenter yang dibuatnya mengenai kegiatan AS di Timur Tengah, Islamofobia dan masalah lainnya.

Dia juga mengatakan Hashemi, seorang mualaf Muslim yang sebelumnya bernama Melanie Franklin, sedang mengunjungi "saudara lelakinya yang sakit dan anggota keluarga lainnya".

Jabali mengatakan bahwa (di tahanan) dia hanya ditawari untuk makan daging babi, yang secara agama dilarang bagi umat Islam.

Dia mengatakan putranya, Reza Hashemi, juga telah ditangkap tapi tidak ditahan selama menunggu persidangan.
(vws)