Hilangnya Pasir di Sungai Mekong

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 18:20 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sungai Mekong yang biasanya berwarna coklat gelap, kini bening karena hilangnya pasir akibat penambangan dan pembangunan bendungan.

Setiap tahun, tanah di sekitar Sungai Mekong, yang berbatasan dengan Vietnam, Thailand, Laos, Kamboja, Chinda dan Myanmar, turun 2 cm akibat pembangunan dam/bendungan dan penambangan besar-besaran. (Reuters/Kham)
Sungai sepanjang 4.350 km yang melintasi enam negara itu membentuk delta--tanah endapan berbentuk segitiga di muara sungai--yang di Vietnam dikenal sebagai
Di seluruh kawasan itu, pemerintah setempat berjuang menahan laju erosi yang cepat yang menghancurkan rumah-rumah dan mengancam mata pencaharian warga. (Reuters/Kham)
Penyebab utamanya adalah pembangunan dam di Kamboja, Laos dan China yang telah menghilangkan sedimen penting Mekong. (Reuters/Kham)
Sedimen penting untuk arus Mekong itu juga telah hilang karena penambangan pasir, bahan utama pembuatan beton dan bahan konstruksi lainnya. (Reuters/Kham)
Permintaan pasir yang besar ini juga memicu penambangan ilegal di sepanjang Mekong. (Reuters/Kham)
Pada pertengahan Desember lalu, rumah di sekitar tepian Mekong terkena longsor akibat rusaknya ekosistem Mekong. (Reuters/Kham)
Selama ini, air Mekong selalu berwarna coklat gelap. Kini, airnya lebih bening. Dan tanpa sedimen baru dari hulu, air di dasar sungai yang lebih dalam jadi lebih deras. (Reuters/Kham)
Arus deras ini kemudian menggerogoti tepi sungai dan membahayakan penduduk yang tinggal di sana. (Reuters /Kham)
Permintaan pasir dari Mekong tak hanya berasal dari negara yang dilewatinya, namun dari negara Asia lainnya termasuk Singapura. Sementara itu, pembangunan bendungan sebagai sumber listrik pun tetap berjalan. (Reuters/Kham)


ARTIKEL TERKAIT