Korut Dilaporkan Punya Markas Rudal Balistik Rahasia

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 12:28 WIB
Korut Dilaporkan Punya Markas Rudal Balistik Rahasia Ilustrasi rudal balistik Korut. (KCNA/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara dilaporkan memiliki markas peluru kendali balistik yang tak diumumkan ke publik, mengindikasikan kesiapan negara tersebut untuk melakukan serangan nuklir.

"Pangkalan operasi rudal Sino-ri dan rudal Nodong yang ditempatkan di lokasi ini sesuai dengan strategi militer nuklir Korea Utara dengan nuklir tingkat operasional atau nuklir konvensional dengan kemampuan serangan," demikian laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS), Senin (21/1).

Temuan ini muncul tiga hari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia "menantikan" pertemuan selanjutnya untuk membahas denuklirisasi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada akhir Februari mendatang.
CSIS mengatakan pangkalan Sino-ri tidak pernah dideklarasikan oleh Korea Utara sehingga pangkalan itu "tampaknya tidak menjadi subjek negosiasi denuklirisasi."


Laporan tersebut mencatat bahwa pangkalan operasi rudal seharusnya bisa menjadi subjek deklarasi, verifikasi, dan pembongkaran dalam kesepakatan denuklirisasi.

"Korea Utara tidak akan menegosiasikan hal-hal yang tidak mereka ungkapkan," kata Victor Cha, salah satu penulis laporan.

"Sepertinya mereka sedang melakukan sebuah permainan. Mereka masih akan memiliki semua operasional (nuklir) ini, bahkan jika mereka sudah menghancurkan fasilitas nuklir yang mereka ungkap."
Terletak 132 mil (212 kilometer) utara dari zona demiliterisasi, kompleks Sino-ri adalah pangkalan seluas 18 km persegi yang berperan penting dalam pengembangan rudal balistik yang diklaim mampu menjangkau Korea Selatan, Jepang, dan bahkan Guam, wilayah AS di Pasifik Barat.

Menurut laporan CSIS itu, pangkalan ini menampung unit seukuran resimen yang dilengkapi dengan rudal balistik jarak menengah Nodong-1.

Laporan itu juga menjabarkan sejumlah citra satelit sejak 27 Desember lalu yang menunjukkan pintu masuk ke ruang bawah tanah, tempat berlindung, dan sebuah markas besar.

Markas ini adalah satu dari 20 pangkalan tak dilaporkan oleh Korut yang diungkap CSIS pada November lalu.

Reuters sudah meminta respons dari Gedung Putih, tapi belum direspons. (syf/has)