"Sekitar 4.900 orang, yang kebanyakan perempuan dan anak-anak termasuk 470 jihadis, sejak Senin meninggalkan basis terakhir ISIS di provinsi Deir Ezzor, termasuk 3.500 yang meninggalkan daerah itu pada hari Selasa," ujar Rami Abdel Rahman, Kepala Syrian Observatory for Human Rights, kepada AFP, Selasa (22/1).
Rahman menjelaskan bahwa mayoritas warga sipil yang dievakuasi itu merupakan anggota keluarga para militan. Mereka dievakuasi dengan puluhan truk sewaan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi Kurdi yang didukung AS untuk menggempur ISIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari Selasa, "SDF bergerak, tanpa ada perlawanan dari ISIS, ke daerah Baghouz, yang terakhir kali masih berada di tangan para jihadis," kata Rahman.
Secara keseluruhan, hampir 27 ribu orang sudah meninggalkan daerah yang sebelumnya dikuasai oleh ISIS sejak awal Desember, termasuk hampir 1.800 militan yang menyerah.
ISIS mengokupasi sebagian besar wilayah Suriah dan negara tetangganya Irak pada 2014, menyatakan "kekhalifahan" di daerah-daerah yang berada di bawah kendali mereka.
Namun, pasukan Kurdi yang melakukan sebagian besar pertempuran melawan ISIS sedang mengalami kesulitan karena pada Desember lalu Presiden AS, Donald Trump, memerintahkan penarikan pasukan AS sepenuhnya dari Suriah.
Sejak perang Suriah pecah pada 2011, lebih dari 360 ribu orang tewas, sementara jutaan lainnya terlantar akibat pergerakan perlawanan terhadap pemerintah tersebut. (syf/has)