AS Cari Cara Setop Bantu Maduro, Alirkan Profit ke Oposisi

CNN Indonesia | Jumat, 25/01/2019 12:40 WIB
AS Cari Cara Setop Bantu Maduro, Alirkan Profit ke Oposisi Amerika Serikat mencari cara menghentikan bantuan finansial bagi Nicolas Maduro dan mengalirkan profit penjualan minyak Venezuela ke pihak oposisi negara itu. (Miraflores Palace/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mempertimbangkan penghentian bantuan finansial bagi Nicolas Maduro sebagai tekanan agar dirinya menyerahkan kekuasaan kepada Presiden Majelis Nasional Juan Guaido yang dianggap negara Barat pemimpin sah Venezuela.

Sebagai gantinya, Washington mencari cara untuk mengalihakn seluruh pendapatan penjualan minyak Venezuela kepada Guaido yang merupakan oposisi Maduro.

"Apa yang kami fokuskan saat ini adalah memtusukan rezim Maduro yang tidak sah dari sumber pendapatannya," ucap Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, Kamis (24/1).


"Sebagai konsistensi kami mengakui Juan Guaido sebagai presiden interim Venezuela sesuai konstitusi, maka pendapatan-pendapatan itu harus diserahkan kepada pemerintah yang sah."
Bolton mengakui transisi ini akan menjadi proses "yang sangat rumit" dan para pejabat AS tengah mempelajari cara kerja pengalihan pemberian pendapatan serta bantuan kepada pemerintahan Guaido.

Meski minim penjelasan, pernyataan Bolton tersebut mengisyaratkan bahwa Washington tengah mencari cara menekan Maduro selain melalui jalur diplomatik, dengan mempertimbangkan mengisolasinya secara finansial.

Dukungan AS terhadap Guaido membuat Maduro geram hingga memutuskan hubungan diplomatik dengan Negeri Paman Sam. Maduro memberikan waktu bagi seluruh diplomat AS untuk angkat kaki dari negaranya dalam 72 jam dan menutup kedutaan besarnya di Washington.
Namun, AS menolak dan tetap mempertahankan kedutaannya di Caracas dengan dalih Maduro tidak memiliki kuasa karena Guaido sudah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim.

Sementara itu, dalam salah satu wawancara, Guaido mengungkapkan keyakinannya bahwa "ini semua merupakan akhir dari kekuasaan Maduro."

Dikutip Reuters, ketua parlemen Venezuela termuda itu berjanji akan bekerja keras untuk menjamin bantuan kemanusiaan bagi warga Venezuela dan menerapkan program-program baru untuk mengeluarkan negara Amerika Latin itu dari krisis politik dan ekonomi.

"Tantangan kami adalah untuk mengamankan pemilihan umum yang bebas dan kami menginginkannya sesegera mungkin. Namun, saat ini kami hidup dalam kediktaktoran," kata Guaido.

[Gambas:Video CNN]

Di hadapan ribuan orang di Caracas, Guaido mendeklarasikan diri secara sepihak sebagai presiden interim Venezuela pada Kamis (24/1) kemarin. 

Dia menyerukan seluruh angkatan bersenjata membelot dari Maduro dan menganggap pemimpin sosialis itu sebagai "perampas kekuasaan.

"Saya bersumpah untuk secara resmi mengambil kewenangan eksekutif nasional sebagai Presiden Venezuela demi mengakhiri perebutan kekuasaan, dengan membentuk pemerintahan transisi dan mengadakan pemilu bebas," ucapnya.

Selain AS, sejumlah negara barat seperti Kanada, Perancis, Jerman, Uni Eropa, dan negara latin lainnya termasuk Brasil, Kolombia, dan Argentina juga mengakui Guaido sebagai pemimpin sah Venezuela. (rds/has)