"FAES berada di rumah saya dan mencari istri saya Fabiana. Pemerintahan yang diktator berpikir bahwa hal itu akan mengintimidasi kami," ucap Guaido dengan tegas saat memberikan pidato di Universitas Caracas pada Kamis (31/1) kemarin.
Dalam kesempatan itu, Guaido juga mengatakan dia mempunyai bayi perempuan belum genap berusia dua tahun. Dia meminta pertanggungjawaban kepada pemerintah jika sesuatu terjadi pada putrinya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, rezim Maduro telah menahan sejumlah pemimpin oposisi selama beberapa tahun terakhir. Pemimpin beraliran sosialis itu berupaya membungkam setiap lawan politik di negaranya demi mempertahankan kekuasaan.
Dalam kesempatan itu Guaido juga membeberkan pemikirannya untuk menyelamatkan Venezuela, yang telah mengalami krisis ekonomi dan politik berkepanjangan di bawah kepemimpinan Maduro.
"Kami akan menyelesaikan masalah darurat kemanusiaan, menghentikan inflasi, dan mengaktifkan kembali industri minyak negara demi bergerak menuju pemulihan akses barang dan jasa publik," ucap Guaido disambut sorak-sorai para hadirin seperti dikutip AFP.
Pidato tersebut berlangsung sehari setelah Guaido memimpin demonstrasi besar-besaran, yang diikuti ribuan warga di ibu kota Caracas dan sejumlah kota lainnya.
Demonstrasi itu digelar untuk mendorong militer membelot dari rezim Maduro. Menurutnya, dukungan militer sangat penting membantu perubahan politik di negara kawasan Amerika Selatan itu.
Ribuan demonstran turun ke jalanan sambil menabuh alat musik perkusi, meniup peluit, dan membawa spanduk bertuliskan "Pasukan Bersenjata, Raih Lah Kembali Martabat Anda."
Papan bertuliskan "Maduro adalah Perampas" juga ikut meramaikan demonstrasi.