Netanyahu Pasang Foto Bersama Trump dalam Reklame Kampanye

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 17:10 WIB
Netanyahu Pasang Foto Bersama Trump dalam Reklame Kampanye PM Israel, Benjamin Netanyahu, menggunakan fotonya bersama Presiden AS, Donald Trump, dalam salah satu papan reklame kampanyenya menjelang pemilu. (Reuters/Nir Elias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menggunakan fotonya bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam salah satu papan reklame kampanyenya menjelang pemilihan umum April mendatang.

Sebuah papan reklame raksasa yang terletak di gerbang utama Tel Aviv terlihat memajang foto Trump yang tengah tersenyum dan menjabat tangan Netanyahu.

"Netanyahu, dalam liga baru," bunyi tulisan di reklame tersebut dalam bahasa Ibrani.
Trump memang populer di Israel lantaran kebijakannya yang keras terhadap Palestina dan Iran.


Dia juga memindahkan kedutaan besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, sebuah langkah yang dinilai mampu mengancam proses perdamaian di Timur Tengah.

Papan tersebut terpampang di jalan raya Ayalon, salah satu distrik tersibuk di Ibu Kota Israel itu. Belum jelas apakah penggunaan foto Trump tersebut telah mendapat izin Gedung Putih.
Seorang juru bicara partai sayap kanan tempat Netanyahu bernaung, Likud, tidak bisa segera menanggapi pertanyaan terkait pemasangan foto Trump itu.

Israel direncanakan menggelar pemilu pada 9 April mendatang, lebih cepat dari jadwal sebelumnya.

Berdasarkan jajak pendapat, salah satu pesaing terberat sang petahana adalah mantan jenderal militer, Benny Gantz, yang belakangan terus melakukan terobosan.

Meski tengah dirundung skandal dan kemungkinan menghadapi tuntutan dalam tiga kasus korupsi, Netanyahu masih dianggap sebagai kandidat PM terkuat di Israel.

[Gambas:Video CNN]

Sejak 2017, dia telah diinterogasi polisi sebanyak sembilan kali. Polisi juga telah merekomendasikan jaksa agung untuk mendakwa orang nomor satu di Israel itu.

Pada pekan lalu, Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit, mengatakan tidak ada alasan yang bisa menghalanginya untuk mendakwa Netanyahu sebelum pemilu digelar.

Namun, hingga kini, Netanyahu belum juga ditetapkan sebagai tersangka. (rds/has)