"Banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan, tapi hubungan saya dengan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un terus membaik," ucap Trump dalam pidato kenegaraannya di Gedung Capitol pada Selasa (5/2).
"Dan saya akan bertemu lagi dengan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un pada 27-28 Februari di Vietnam."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu, katanya, terjadi berkat terobosan diplomasinya.
"Jika saya tidak terpilih sebagai Presiden AS, saat ini, menurut opini saya, mungkin kita semua sedang berperang dengan Korea Utara di mana jutaan orang berpotensi menjadi korban," kata Trump seperti dilansir CNN.
Dia menyebut pada 2018 lalu AS menetapkan anggaran pertahanan sebesar US$700 miliar, sementara tahun ini menjadi US$716 miliar.
Selain itu, politikus Partai Republik itu juga mengatakan AS tengah mengembangkan sistem pertahanan rudal baru yang lebih canggih.
[Gambas:Video CNN]
Di bawah pemerintahannya, Trump menegaskan Amerika "tidak akan pernah meminta maaf karena memperkuat/memajukan kepentingan negara."
Presiden ke-45 itu juga kembali menekankan bahwa AS berhasil meminta negara-negara sekutu untuk memberikan kontribusi lebih secara finansial terkait keamanan.
"Selama bertahun-tahun, AS diperlakukan tidak adil oleh NATO, tetapi sekarang kami berhasil memperoleh peningkatan US$100 miliar dari negara-negara sekutu untuk NATO," katanya. (rds/has)