AS Ajukan Resolusi Desak Pemilu Venezuela ke DK PBB

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 09:29 WIB
AS Ajukan Resolusi Desak Pemilu Venezuela ke DK PBB Ilustrasi Dewan Keamanan PBB. (Reuters/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat mengajukan draf resolusi untuk mendesak pemilihan umum di Venezuela ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir pekan lalu.

Sejumlah diplomat AS mengonfirmasi kabar ini, tapi mereka belum mengetahui waktu pasti DK PBB akan melakukan pemungutan suara terkait draf tersebut.

Namun, sejumlah diplomat lainnya memperkirakan Rusia sebagai sekutu Presiden Nicolas Maduro akan memveto draf resolusi itu.
Teks draf resolusi yang didapat AFP berisi "Desakan memulai proses politik menuju pemilu presiden yang bebas, adil, dan kredibel, dengan pengawas pemilu internasional, sejalan dengan konstitusi Venezuela."


Draf resolusi itu juga meminta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menggunakan kewenangannya untuk memastikan pemilu itu dilaksanakan.

Selain itu, resolusi itu juga menyuarakan "dukungan penuh bagi Majelis Nasional sebagai satu-satunya institusi di Venezuela yang dipilih secara demokratis."
Pemimpin Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido, sendiri sudah memproklamirkan diri sebagai presiden interim di tengah demonstrasi anti-Maduro besar-besaran pada Januari lalu.

Draf resolusi itu juga menekankan "kekhawatiran mendalam atas kekerasan dan penggunaan pasukan berlebih oleh pasukan keamanan Venezuela terhadap demonstran tak bersenjata dan damai."

[Gambas:Video CNN]

Lebih jauh, draf itu juga berisi desakan untuk membuka akses bantuan kemanusiaan ke Venezuela. Desakan ini muncul setelah Venezuela melarang bantuan AS masuk ke negara yang tengah dilanda krisis berkepanjangan itu.

Di tengah kemelut ini, Guaido menyatakan siap mengambil langkah yang diperlukan, termasuk mengizinkan intervensi militer AS, demi mendepak Maduro dan mengatasi krisis kemanusiaan di negaranya. (has/has)