"Saya minta maaf maksud tulus saya untuk bekerja bagi negara dan rakyat Thailand menyebabkan masalah yang seharusnya tidak terjadi pada era ini," kata Ubolratana melalui Instagram, Selasa (12/2).
Ubolratana menyampaikan pernyataan ini sehari setelah Komisi Pemilihan Umum Thailand mencoret namanya dari daftar calon perdana menteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vajiralongkorn pun menyatakan tidak sepakat dengan keputusan Ubolratana untuk terjun ke dunia politik karena bertentangan dengan tradisi.
"Seluruh keluarga kerajaan harus menaati aturan yang berlaku dan tidak terjun dalam kegiatan politik karena itu bertentangan dengan tujuan undang-undang dasar," tulis Vajiralongkorn dalam pernyataannya.
[Gambas:Video CNN]
Tak hanya mendobrak aturan negara, pencalonan Ubolratana juga menjadi sorotan karena ia diusung Partai Thai Raksa Chart, partai besutan para loyalis mantan perdana menteri, Thaksin Shinawatra.
Saat menjabat, Thaksin dan para loyalisnya kerap dituding menentang monarki, memicu bentrokan dengan pendukung kerajaan hingga pecah kudeta militer yang dipimpin oleh Prayut Chan-o-cha pada 2014 lalu. (has)