Saksi mata mengatakan protes anti-Moise itu terjadi di depan kantor polisi yang berdekatan dengan lembaga pemasyarakatan di Aquin tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah kekhawatiran akan kondisi penjara di Haiti yang selama ini dianggap paling tidak manusiawi di dunia oleh sejumlah kelompok pegiat hak asasi manusia.
Lihat juga:Protes Ribuan Warga Haiti, Dua Orang Tewas |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika para narapidana sengsara di tahanan, warga di luar penjara juga sedang menyuarakan protes mereka di ruas-ruas jalan di ibu kota, Port-au-Prince, selama sepekan terakhir untuk menuntut pengunduran diri Moise.
Penyelidikan menemukan sekitar US$2 miliar atau setara dengan Rp28,1 triliun dana program itu disalahgunakan. Para demonstran menuntut presiden menanggapi laporan penyalahgunaan wewenang serta dugaan penggelapan dana pembangunan di negara Karibia yang miskin itu.
Sebuah laporan pada Januari lalu mengenai penyalahgunaan dana juga menyebutkan sebuah perusahaan yang pada saat itu dipimpin oleh Moise menjadi penerima dana proyek pembangunan jalan yang tidak pernah memiliki kontrak kerja sama.
Lihat juga:Korban Gempa Haiti Bertambah, Tewas 15 Orang |
Kelompok mediasi yang terdiri dari seorang pejabat senior dari PBB, Brasil, dan koalisi negara-negara Barat telah menyerukan politisi Haiti untuk berdialog membahas krisis, memikirkan korban dan kerusakan yang timbul akibat protes.
Sementara pemerintah tidak memberikan tanggapan terhadap tuntutan para demonstran, kelompok oposisi juga tak mampu menawarkan solusi konkret terhadap krisis, selain meminta presiden untuk mundur. (syf/has)