"Saya ingin Messi membantu Ahmadi, membantu dia keluar dari Afghanistan supaya bisa mempunyai masa depan yang lebih baik," kata Ibu Ahmadi, Shafiqa, seperti dilansir CNN, Rabu (13/2).
Ahmadi menyatakan pasukan Taliban menyerbu daerah tempat tinggalnya di Distrik Jaghori, Provinsi Ghazni. Dia mengaku ngeri karena Taliban tidak pandang bulu.
"Taliban membunuh saudara saya dan menggeledah setiap rumah. Mereka menghentikan kendaraan dan membunuh penumpangnya," kata Ahmadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shafiqa, menyatakan anaknya memang menjadi target sejak menjadi populer. Sebab menurut dia, banyak kelompok penjahat menganggap dia mendapat banyak uang dari Messi.
Shafiqa dan suaminya lantas membawa Ahmadi ke kota Bamyan. Sejak itu dia belum pernah lagi bertemu sang ayah, dan hanya berbicara melalui sambungan telepon. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan ke Kabul. Namun, keadaan tetap belum membaik karena banyak pihak hendak menculik bocah itu.
Ahmadi dan keluarganya berasal dari kelompok minoritas Hazara, penganut Syiah yang dipersekusi Taliban dan juga kelompok ISIS-Khurasan di Afghanistan. (ayp)