"Sekarang, yang saya inginkan hanya pulang ke rumah di Inggris," ujar Shamima Begum, kepada The Times, sebagaimana dikutip The Straits Times, Rabu (13/2).
Begum melakukan perjalanan ke Suriah pada Februari 2015 bersama Kadiza Sultana dan Amira Abase, teman sesama siswa di Akademi Bethnal Green, London Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbicara dari kamp Al Hol, di timur laut Suriah, Begum yang sedang hamil besar mengatakan dia melarikan diri dari pertempuran di Baghouz, di mana ISIS memperjuangkan pertahanan terakhir mereka di wilayah tersebut.
"Tetapi saya juga takut kalau anak yang akan saya lahirkan mati seperti anak-anak saya yang lain. Jadi saya melarikan diri dari kekhalifahan."
Begum mengatakan bahwa teman-temannya, yang suaminya telah meninggal, memutuskan untuk tetap tinggal di Baghouz.
"Itu pilihan mereka sendiri sebagai wanita untuk tetap tinggal disana," katanya.
Simak video pemerintah Inggris cabut kewarganegaraan Shamima Begum:
[Gambas:Video CNN] (syf/has)