Menurut dakwaan, perempuan yang juga mantan agen kontra intelijen untuk kantor investigasi khusus Angkatan Udara itu membelot ke Iran pada tahun 2013 dan sampai sekarang masih buron.
Asisten Jaksa Agung AS, John Demers, mengatakan bahwa Kementerian Kehakiman AS (DOT) menuduh Witt membocorkan kumpulan program rahasia inteligen AS dan mengumpulkan data para perwira yang bisa membahayakan nyawa mereka.
"Ini adalah hari yang menyedihkan bagi Amerika ketika salah satu warga negara berkhianat," kata Demers.
Dakwaan juga menyebutkan bahwa setelah Witt membelot, pemerintah Iran menyediakan sarana dan prasarana, termasuk tempat tinggal dan peralatan komputer untuk memfasilitasi pekerjaannya.
Damers mengatakan bahwa dalam surat dakwaan itu juga terdapat tuntutan terhadap 4 warga Iran yang ikut dalam konspirasi ini. Mereka berupaya melakukan intrusi komputer dan pencurian identitas melalui dunia maya.
Lihat juga:FBI Sebut China Mata-Matai Ekonomi AS |
Menggunakan email phishing dan akun Facebook palsu yang dibuat atas nama salah satu mantan rekan Witt, agen Iran mengirim permintaan pertemanan ke beberapa mantan rekannya yang lain dengan tujuan korbannya mengklik tautan malware. Tautan itu akan memberikan akses rahasia kepada mereka.
Dalam surat dakwaan, terlihat juga bukti pesan surat elektronik Witt yang menunjukkan bahwa ia juga pernah mendekati Rusia.
Ia pernah melakukan perjalanan ke Iran pada Mei 2012 untuk mengikuti acara "Hollywoodism", gelaran yang disponsori oleh IRCG, bertujuan mengutuk standar moral AS dan mempromosikan gerakan anti-AS.
Pada 2012, FBI memperingatkan Witt bahwa ia menjadi target rekrutmen Badan Intelijen Iran. Saat itu, Witt berjanji tidak akan kembali ke Iran dan memberikan informasi apa pun terkait pekerjaannya.
Februari 2013, Witt kembali ke Iran untuk menghadiri konferensi Hollywoodisme lainnya dan membuat lebih banyak video kritik terhadap pemerintahan AS. Ia kemudian bertemu dengan para anggota IRGC dan mengatakan bahwa dirinya ingin pindah ke Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT