Kongres AS Tolak Tembok Trump, Loloskan Anggaran Imigrasi

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 14:55 WIB
Kongres AS Tolak Tembok Trump, Loloskan Anggaran Imigrasi Ilustrasi Kongres Amerika Serikat. (REUTERS/Jim Young)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kongres Amerika Serikat menyatakan tetap melanjutkan proses untuk mengesahkan penetapan anggaran keamanan perbatasan untuk Kementerian Keamanan Dalam Negeri. Namun, mereka tetap tidak bakal mengabulkan keinginan Presiden Donald Trump yang mengajukan anggaran sebesar US$5,7 miliar untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.

"Kesepakatan ini termasuk sejumlah program kunci untuk membuat sistem imigrasi kami lebih humanis, tetapi menolak pengajuan anggaran tembok perbatasan Presiden Trump," demikian pernyataan Ketua Ketua Komite Perwakilan Dewan Perwakilan dari fraksi Demokrat, Nita Lowey, seperti dilansir Reuters, Kamis (14/2).

Jika disetujui Senat, Kongres akan mengesahkan pengajuan anggaran dan diserahkan kepada Trump hari ini. Hal itu supaya memberi waktu bagi Trump untuk mempelajarinya.



Jika Trump sepakat, dia akan meneken rancangan anggaran itu sebelum Jumat tengah malam. Namun, yang dikhawatirkan jika tidak adalah ada kemungkinan akan terjadi situasi saling kunci, yang bisa berujung kepada penutupan kembali sebagian atau keseluruhan pemerintahan.

Sebab, Trump memberikan tenggat hingga 15 Februari supaya Kongres segera mengajukan rancangan anggaran itu. Sebab jika terjadi penutupan pemerintahan, sejumlah lembaga dan layanan pemerintah kembali terhenti, dan berdampak buruk karena sebagian pegawai negeri bisa-bisa kembali tidak menerima gaji.

Menurut kisi-kisi dari staf khusus di Kongres, mereka hanya menyetujui anggaran sebesar US$1,37 miliar untuk digunakan membangun pagar perbatasan sepanjang 88,5 kilometer di barat daya AS. Hal itu memang jauh dari permintaan Trump.

Trump menyatakan belum tentu akan menyetujui pengajuan anggaran itu, meski Dewan Perwakilan dan Senat meloloskannya. Dia menyatakan belum berniat memutuskan apapun, sampai memeriksa versi akhir pengajuan anggaran itu. Meski demikian, sejumlah politikus Republik mendesak Trump menerima rancangan anggaran itu.

Akan tetapi, Trump dianggap menjadi biang keladi kesulitan yang dialami sejumlah pegawai negeri. Sejak memerintah tiga tahun lalu, Trump berkeras akan membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.


Trump mengklaim program itu untuk menangkal arus imigran dan penyelundupan narkoba dari Amerika Selatan melalui Meksiko. Dia sempat berucap pemerintah Meksiko akan turut membayar pembangunan tembok perbatasan itu, tetapi dibantah. (ayp/ayp)