McCabe, yang menjadi direktur pelaksana setelah pemecatan Comey, mengatakan dia merasa tergelitik melakukan penyelidikan setelah percakapannya dengan Trump setelah pemecatan Comey. Ia pun memulai penyelidikan pada hari berikutnya, seperti ditulis dari wawancara dengan program bincang-bincang "60 Minutes" yang akan disiarkan pada hari Minggu (17/2).
"Saya sedang berbicara dengan pria yang baru saja mencalonkan diri sebagai presiden dan memenangkan pemilihan presiden dan yang mungkin melakukannya dengan bantuan pemerintah Rusia, musuh kami yang paling tangguh di panggung dunia. Dan itu adalah sesuatu yang sangat mengganggu saya, "kata McCabe.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat peduli bahwa saya dapat menempatkan kasus Rusia secara tepat [...] kasus itu tidak bisa ditutup atau menghilang di malam hari tanpa jejak," kata McCabe, yang sedang mempromosikan sebuah buku yang akan dirilis minggu depan, "Ancaman: Bagaimana FBI Melindungi Amerika di Era Teror dan Trump."
McCabe juga mengkonfirmasi pemberitaan surat kabar itu bahwa Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein mempertimbangkan memakai kabel dalam pertemuan dengan Trump.
Di sisi lain, Rosenstein membantah laporan McCabe dan menyatkannya sebagai "tidak akurat".
Trump, yang sering mengkritik Comey, juga menyerang McCabe terkait penyelidikan Rusia, Kamis (14/2). Lewat cuitannya, ia menyerang McCabe di Twitter sebagai pembocor dan "aib bagi FBI."
Pada Juni 2017, Comey mengatakan kepada komite Senat bahwa dia yakin Trump telah mengarahkannya untuk menjatuhkan penyelidikan ke mantan penasihat keamanan nasional presiden Republik, Michael Flynn.
McCabe sendiri dipecat dari jabatannya pada Maret 2018 lantaran dianggap membocorkan informasi kepada wartawan dan menyesatkan penyelidik tentang tindakannya. McCabe mengatakan dia menjadi target penyelidikan Rusia. (eks/eks)